Breaking News
Home / Curhat / Kosong

Kosong

Bagai singa yang tak bisa mengaum, bagai rusa yang tak bisa lari,bagai elang yang tak bisa terbang. Itulah yang dirasakan. Perempuan itu, tak bisa mengucapkan ,tak bisa mengekspresikan,tak bisa menyalurkan apa yang dia pikirkan. Kelakuannya memang menggambarkan namun tak terlihat apa yang termaknakan. Itulah yang dialaminya. Hampa,hancur,tak terarah dan selalu menoleh kebelakang. Bukan cinta, bukan persahabatan. Apa yang ia perbuat adalah membuat penyesalannya semakin besar. Selalu dipikir dan terus dipikirkan. Terus menggali apa yang salah,apa yang terjadi, bahkan hingga berulang kali melewatkan malamnya. Malam menjadi siang, siang menjadi malam. Sebenarnya sederhana bagi dirinya untuk menghentikan apa yang terjadi. Dan memulai hal baru yang selama ini ia inginkan. Namun tetap saja perempuan itu tak bisa melakukannya.

Katanya keselahannya dimasa lalu telah membuatnya menjadikannya  sepeti itu, menempatkan dimana ia sekarang, apa yang dia dapatkan sekarang. Semuanya. Dia masih menyalahkan masa lalu. Selama lima tahun hal itu tetap terjadi padanya. Ada hal yang membuatnya merasa kosong, entahlah memang yang dipikirkannya bukan cinta dan sahabat. Namun nyatanya itu berdampak pada cinta dan persahabatan. Cinta terseret menjadi kosong, persahabatan terseret menjadi tak bermakna. Ya, perempuan itu kehilangan segalanya. Semuanya menjadi terseret kedalam masalahnya yang tak jelas itu. Bahkan sekarang ia seperti tak mempunyai kompas. Ia sangat rapuh dan sensitif. Tak ada yang mengerti nya tak ada yang menolongnya.

Apa yang harus dilakukannya. Bagaimana jika ia ingin memulainya dari nol? Ia masih tak mengerti. Masih bingung dengan masalahnya sendiri. Masalahnya itu bagaikan debu yang mengapung. Tak berat, tak besar, berpartikel kecil, namun bersatu menjadikannya kuat dan bisa menghancurkan pikiran perempuan itu. Bukan hal terlarang bukan itu yang dimaksud. Masalah itu adaalah pikirannya sendiri. Pikirannya yang terlalu banyak menyesali, banyak menolak, dan tak menerima takdir. Itu masalahnya. Ia butuh seseorang untuk mebimbingnya dan menyadarkannya, mengingatkannya step by step apa yang harus ia lakukan untuk memulihkan hati dan pikirannya. Mengetahui bahwa itu sangat menyakitkan, ia sangat menyedihkan.

About Perempuan itu

Check Also

Ur Keyboard Ur Weapon

Sebagian besar dari kita pasti sudah jengah dengan “perang keyboard” yang terjadi di linimasa media …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tidak ingin ketinggalan  Goresan Tinta

terbaru kami?

 

Cantumkan Nomor WhatsApp anda di sini

BERLANGGANAN GRATIS

Channel Telegram