Breaking News
Home / Uncategorized / Boneka oh boneka

Boneka oh boneka

Beberapa waktu yang lalu, saya mendapatkan mata kuliah Pengantar Sosiologi ( lho, anak statistik kok belajar sosisologi ?, ini seriusan ) tentang Bab Perilaku Kolektif dan Gerakan Sosial. Sebelumnya, saya diberi tugas untuk menonton film V for Vendetta ( Tugas paling asik dari dosen paling The Best ) dan dibuat analisa hubungannya dengan bab tersebut. Setelah menerima pelajaran tentang bab perilaku kolektif dan gerakan sosial, saya mulai sadar bahwa bab ini benar2 menyadarkan saya tentang kekuatan masyarakat dan “para boneka” . seperti yang dapat dilihat dalam film V for Vendetta juga, sang tokoh utama menggerakan masyarakat seperti boneka untuk melancarkan serangan pada pihak pemerintahan. Nah, melihat hal tersebut ternyata kekuatan dari Society atau masyarakat sangat kuat.

Sayangnya, masyarakat Indonesia terlalu gampang dijadikan boneka. Mereka terlalu gampang untuk diarahkan. Dengan berita-berita dan propaganda sebagai “Benang” dan media serta Isu-isu semerbak, pengendalian terhadap masyarakat pun lancar jaya tanpa halangan.Ternyata mengendalikan masyarakat Indonesia segampang itu. Saya kira mengendalikan satu orang saja susah karena kita harus mengusai “Ilmu mengendalikan darah” seperti di serial animasi Avatar : The Legend of Aang. Sedangkan, di Indonesia mengendalikan “Kumpulan Orang” bisa segampang ini.

Banyak contoh yang terjadi di Indonesia terutama setelah adanya “Website Petisi” . Dari hal-hal yang penting dari Petisi Penolakan FUP Speedy Home Fiber, Kasus-kasus kriminal seperti pemerkosaan “Pacul” yang dituntut hukuman mati hingga yang benar2 remeh temeh seperti Petisi yang ditujukan kepada Niantic.inc dari para pengguna Smartphone berprocessor Intel dan Android Jelly Bean kebawah yang menuntut Niantic untuk membuat versi Pokemon GO yang Compatible dengan perangkat mereka.

Setelah melihat contoh diatas, apakah kalian termasuk “boneka” tersebut?,. Jadi sebagai bagian dari masyarakat atau Society kita harus sadar dengan keadaan agar tidak latah dan menjadi boneka. Jangan menjadi manusia yang “sok tahu dengan keadaan” dengan hanya membaca berita dari satu pihak. Karena berita-berita dan media saat ini benar-benar menjadi “alat- alat tempur” saat ini. Pernah suatu ketika seorang sahabat bertanya kepada saya

” Eh bro, kira-kira kamu mau nggak masyarakat itu jadi lebih berkualitas gitu?”

“Lha kamu gimana bro?”

“Kalo aku sih mau, lha kamu?”

“Kalo aku sih enggak, ntar mereka susah dijadiin boneka dong, hehehe “

Sebuah kritik sosial dari bocah yang anti sosial
Di sebuah kontrakan yang berantakan, 26 Juli 2016
-Penggigit_pensil-

About penggigit_pensil

Check Also

Bisnis Penitipan Sepeda Motor

Sabtu pagi di Stasiun Lempuyangan, para calon penumpang sudah membanjiri ruang tunggu. Lusinan deret kursi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tidak ingin ketinggalan  Goresan Tinta

terbaru kami?

 

Cantumkan Nomor WhatsApp anda di sini

BERLANGGANAN GRATIS

Channel Telegram