Breaking News
Home / Curhat / Xiaomi, “Keluar” dari Jalur

Xiaomi, “Keluar” dari Jalur

Fanatik, bagi kebanyakan orang memiliki konotasi negatif. “Berlebihan”. Terlalu obses pada suatu brand, golongan, partai, keyakinan, atau semacamnya. Orang yang fanatik cenderung tidak mau mendengar pendapat yang bertentangan dengan apa yang diyakininya.

Melanjutkan tulisan saya sebelumnya yang berjudul “Fanboy Memilih Perangkat Elektronik“. Fanboy yang merupakan singkatan dari Fanatic Boy. (Apa iya? hehe). Ketika sudah fanatik pada suatu brand, maka brand lain yang meluncurkan inovasi baru pasti tak dilirik. Tetapi ketika brand yang disukainya meluncurkan inovasi baru, sudah pasti dilirik meskipun merupakan produk diversifikasi dari bisnis intinya.

Sebagai contoh, ambillah brand yang sedang booming sekarang di perangkat elektronik, ponsel “pintar”, xiaomi. Dulu, xiaomi lebih dikenal dengan sistem operasinya yang bernama, MIUI. Turunan dari Android setara dengan CyanogenMod atau semacamnya.

MIUI ini terkenal dengan tampilannya yang unik, bahkan mirip dengan IOS. Bagi yang ingin memiliki ponsel brand Apple tapi dalamnya dompet tak mampu menebus ponsel tersebut, bisa melakukan kustomisasi ponsel Androidnya dengan MIUI ini. Efek sampingnya adalah beban kerja yang lebih berat pada ponsel. Meskipun begitu, MIUI ini masih diminati banyak orang.

Seiring berkembangnya waktu, MIUI tak hanya mengembangkan sistem operasi yang dapat dipasang di berbagai perangkat ponsel. Ia akhirnya mengembangkan ponsel pintarnya sendiri. Tentunya MIUI digunakan sebagai sistem operasi dasarnya.

Sampai sini, kita bisa menyimpulkan bahwa lini bisnis inti dari xiaomi adalah ponsel pintar. Tapi ternyata kini, bisnisnya tak hanya pada ponsel pintar lagi, tapi perangkat elektronik lain seperti jam tangan pintar, televisi pintar, drone, bahkan yang berita terakhir yang dirilis sampai tulisan ini dibuat adalah kamera DSLR. Jauh menyimpang dari bisnis utama di awal yakni sistem operasi.

Katakanlah orang yang sudah jatuh hati di awal dengan sistem operasi tersebut lantas menjadi fanboy xiaomi, tanpa ragu lagi akan melirik produk diversifikasi tersebut. Entah dengan dalih harga “murah”, performa yang “bagus” atau yang lain. Tentu saja penilaian-penilaian tersebut relatif dan subyektif jika tidak didasari komparasi dengan pesaingnya. Dan harus “apple to apple”.

Ok, sudah mencapai 300 kata. Sepertinya tulisan ini belum berakhir dan masih menggantung.

About darmaone

always unpredictable, and will be being like this

Check Also

Ur Keyboard Ur Weapon

Sebagian besar dari kita pasti sudah jengah dengan “perang keyboard” yang terjadi di linimasa media …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tidak ingin ketinggalan  Goresan Tinta

terbaru kami?

 

Cantumkan Nomor WhatsApp anda di sini

BERLANGGANAN GRATIS

Channel Telegram