Breaking News
Home / Nalar / Tumbukan Kehidupan

Tumbukan Kehidupan

Ketika REALITAS bertumbukan dengan IDEALITAS

Dengan membaca judulnya saja, kau pasti bisa menebak dengan mudah apa yang akan ku tulis kali ini. Yah, mimpi idealis dengan kenyataan. Tapi sebelum ke sana, ingatkah dengan konsep tumbukan dalam fisika SMA?

Dua bola dengan massa dan kecepatan tertentu. Keduanya bergerak berlawanan arah saling mendekat satu sama lain. Sampai di satu titik di mana keduanya bertumbukan. Lantas, apa yang terjadi?

Keduanya terpental kembali ke arah di mana ia datang. Atau bisa juga keduanya justru bergerak ke satu arah. Atau bahkan diam tak bergerak. Mengapa bisa begitu?

Masih ingat ada satu variabel penting dalam konsep tumbukan? KELENTINGAN. Jika variabel tersebut nilainya (kurang dari sama dengan) 1, maka keduanya akan mental. Berjalan beriringan jika bernilai (lebih dari sama dengan) 1. Dan diam jika bernilai nol.

Begitu pula dengan REALITAS dan IDEALITAS. Jika keduanya bertumbukan, bisa jadi mental, bertolak ke arah yang berlawanan. Bisa juga justru bergerak beriringan. Ah syahdu rasanya. Lantas, apa representasi dari KELENTINGAN dalam konteks ini? Hmm, rasanya ku biarkan saja kau bertanya-tanya hehe.

Namun, KELENTINGAN bukanlah “the only one”. Bukan satu-satunya faktor ke arah mana keduanya akan bergerak. Bahkan kelentingan bisa jadi merupakan HASIL, bukan PENYEBAB. Maka, mari kita kembali ke formulasi konsep tumbukan tadi. “MASSA” dan “KECEPATAN”. Masih ingat kan? Dua kata kunci yang ku sebut di awal

Kemudian kau bertanya, apa representasi dari MASSA dan KECEPATAN dalam konteks ini? Hmm, rasanya ku biarkan saja kau bertanya-tanya sekali lagi hehe.

Mungkin, suatu saat REALITA akan membenturku sangat keras. Membentur ide-ideku sebagai “author wannabe”. Memberangus MIMPI. Ketika KELENTINGAN bernilai (kurang dari sama dengan) 1. MUNGKIN ketika jumlah digit dalam “buku” ini semakin mendekati angka 0.

Rumah, 22 Juli 2016

About darmaone

always unpredictable, and will be being like this

Check Also

“Qurban” tanda cinta

Eits..kata qurban bukan berasal dr kata “korban” loh ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tidak ingin ketinggalan  Goresan Tinta

terbaru kami?

 

Cantumkan Nomor WhatsApp anda di sini

BERLANGGANAN GRATIS

Channel Telegram