Breaking News
Home / Opini / .:: Tarawih dan Anak Kecil (2) ::.

.:: Tarawih dan Anak Kecil (2) ::.

Tarawih dan anak kecil menjadi satu kesatuan yang susah dipisahkan. Berangkat tarawih maka mau tak mau akan kau temukan anak kecil di deretan belakang. Entah mengapa anak kecil “terikat” hatinya untuk berangkat ke masjid.

Merasa pernah membaca paragraf tadi? Haha.

Cara yang sama selalu dilakukan sang imam ketika akan memulai tarawih. “Lare-lare mboten pikanthuk rame,” atau yang semacamnya dengan bahasa sehalus mungkin. Tak paham ku dibuatnya, tapi intinya seperti itu. (Wooo ngakunya orang Solo malah ndak tahu bahasa krama inggil) hehe.

Tanpa merasa mendengar, anak-anak di shaf belakang tetap saja ramai. Saling bercanda dengan teman di sampingnya. Sampai bapak takmir masjid harus men-hush “JANGAN RAME!” agar mereka tenang.

Mungkin berbekal pengalaman tarawih di tahun-tahun sebelumnya, sang imam justru “mengancam” anak-anak dengan
“Nanti kalau rame tak bacakan surat yang panjang.” Hening……..
“Tapi kalau ‘antheng’, tak bacakan surat-surat pendek.” Dalam hati jamaah bapak-bapak, “YESSSS!”

Prambanan Ekspress (Solo – Yogya), 14 Juni 2016

About darmaone

always unpredictable, and will be being like this

Check Also

Ramadhan ala perantau

  Sayup-sayup suara tilawah dari speaker masjid saling bersahutan dan langit senja yang mulai menguning …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tidak ingin ketinggalan  Goresan Tinta

terbaru kami?

 

Cantumkan Nomor WhatsApp anda di sini

BERLANGGANAN GRATIS

Channel Telegram