Breaking News
Home / iseng / .:: Super-Team Bukan Super-Man ::.

.:: Super-Team Bukan Super-Man ::.

enggan ku bangkit dari tempat tidur. ku lirik jam digital di HP, 04:09 “ah, masih pagi”, baringkan badan lagi, melanjutkan “petualangan” dalam mimpi.
 
kuingat lagi, pekan ini merupakan pekan yg padat. bakal banyak tugas datang berurutan, bahkan mungkin akan saling tumbuk. hari pertama, kegiatan Kemah Akbar atau sekarang dikenal dengan SuperCamp. tak berat tugasnya, hanya mendampingi dan “merekam” kegiatan. hanya membutuhkan waktu dan tenaga. tapi dalam kepala ini berputaaar terus, memikirkan, mengatur, mengagendakan jadwal seminggu ini.
 
berharap diberikan waktu lebih dari 24 jam dalam sehari. ingin ku berdoa, sebuah doa yg biasa dipanjatkan seorang hamba ketika dihadapkan dengan permasalahan berat, ku meminta, “Allahumma sahhil ‘umurona . . .”, “Ya Rabb, mudahkanlah urusan2 kami . .” tidak, bukan itu yg ku pinta. mungkin terdengar sombong. tapi ingin kutanamkan dalam pikiran, sebuah mindset “baru”
 
ku ubah permintaanku, “Ya Rabb, berikanlah hamba kemampuan . . .” meminta agar “kapasitas” diri bertambah. ada sebuah kutipan entah dari mana yg berkata “jangan pinta beban yg lebih ringan, tapi pintalah bahu yg lebih kuat untuk memanggulnya”
 
ketika bisa meluruskan kaki, sedikit berebah, kantuk serta merta menyergap. membuat kepala sedikit bergoyang, mata semakin berat. lelap. dalam lelap ku bermimpi
 
ku berada di kota asing, turun dari kereta.
tak tahu hendak ke mana,
tak kenal siapa2
tak ada gadget utk menelpon
tak tahu mengapa ku berada di sini?! LOST?!
sekilas, suasana ini mirip dengan Stasiun Purwosari, tapi bukan
 
di punggung ada tas kecil, entah apa yg berada d dalamnya. kususuri saja jalan lurus ini, entah akan berujung ke mana. memasrahkan semua pada apa yg akan berada di ujung jalan. siapa tahu ada seseorang yg dapat memberitahuku nanti
 
hei..bukankah itu. . .
seseorang yg kukenal?!
ad perasaan bahgia membuncah, menemukan kawan d tempat asing ini
 
waktu kemudian berjalan begitu cepat
ia menghampiriku
kita bersalaman
ia menelepon teman2nya
teman2nya datang
dan. . . .
 
ku terbangun, “15.20” kata jam dinding dalam kamar. asar sudah lewat. rencana beberapa jam ke depan kuingat lagi, jam segini harus ngapain, jam sekian harus sdh di mana. ku buka hape, ada beberapa pesan singkat masuk, ada yg butuh jawaban, ada yg sekedar pemberitahuan. ku jawab saja yg perlu, “ok, tak k lab sekarang” ‘send’. welcome back reality 😀
 
semalaman kucoba merenungkan mimpi tadi, mencoba menafsirkan sendiri. penafsiran asal, yg penting “nyangkut”, tentunya yg baik2, toh mimpinya siapa lho :p
 
kutarik simpulan
sekeras apapun usahaku untuk mandiri, mengerjakan apa2 sendiri. tetap pada suatu kondisi akan berbenturan pada apa yg disebut dgn prioritas & kepentingan
 
ku bukan kaum Hawa yg memiliki keistimewaan “multitasking”nya, mampu mengerjakan beberapa tugas yg tak berkaitan satu sama lain dalam waktu bersamaan. keistimewaan yg hanya diberikan kepada perempuan, calon ibu
 
maka ada yg perlu kukorbankan, kutinggalkan. beruntung, ku berada dalam tim Kesantrian, beranggotakan pemuda2 berjiwa kesatria *ceilee. Rekan2 pengabdian atau dikenal dgn julukan “khodimul ma’had”, tapi lebih suka kujuluki dgn “para pemegang kunci”. Barisan di garda terdepan, Kunci perubahan pesantren, kunci pengasuh santri, bukan sekedar “para pemegang kunci (asrama) :p “. Rekan2 yg mampu membackupku. Dgn begini ku bisa “keep on the track”
 
Terima kasih kawan, kudoakan semoga kalian diberikan jodoh yg sholihah bak bidadari surga. Biar malam minggumu ndk menjomblo dgn 1cak(dot)com saja haha
 
*ragadiyogyatapipikirandisolo
*tulisan ini pernah dipublikasikan di halaman fb darmawan.rhs 14 April 2015

About darmaone

always unpredictable, and will be being like this

Check Also

“Qurban” tanda cinta

Eits..kata qurban bukan berasal dr kata “korban” loh ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tidak ingin ketinggalan  Goresan Tinta

terbaru kami?

 

Cantumkan Nomor WhatsApp anda di sini

BERLANGGANAN GRATIS

Channel Telegram