Breaking News
Home / Nalar / Statistika Silang Indah

Statistika Silang Indah

“Cap cip cup kembang kuncup. Pilih mana yang mau dicup?”

Pernah dengar lirik di atas? Jangan-jangan pernah menggumamkannya? Menyenandungkannya sambil menunjuk setiap jawaban pilihan ganda di setiap pergantian suku kata. Bagi santri yang sedang menghadapi ujian dengan pilihan ganda, ketika dilanda kebingungan dengan soalnya maka cara tadi merupakan salah satu alternatif “silang indah”.

Beberapa cara lain seperti melempar penghapus berbetuk kubus dan melempar pensil bersisi enam juga bisa digunakan. Tapi tahukah anda jika ada cara lain yang lebih “intelek”? Dengan mengandalkan statistik.

Soal dengan lima pilihan ganda. Setiap satu pilihan ganda memiliki probabilita benar 20%. Tahu kan bagaimana mendapatkan angka 20% tersebut? Ada 1 jawaban benar dari lima pilihan, berarti 1/5.

Dengan lima soal yang dijawab dengan salah satu pilihan, kemungkinan ada 1 soal yang benar dijawab. Misal ada 40 soal dan dijawab dengan C semua, maka kemungkinan menjawab 8 soal dengan benar. Angka 8 didapat dari 40 soal dikali 20%.

Lima menit selesai. Bisa langsung keluar ruang ujian dan mengundang decak kagum peserta ujian lain. (iya kalau kagum :p).

Pernah menemui ujian dengan penilaian yang memiliki bobot bervariasi? Setiap jawaban benar dinilai +4 dan jawaban salah dinilai -1, sedangkan jawaban kosong dinilai 0. Ujian ini biasa ditemui di olimpiade maupun ujian masuk perguruan tinggi.

Umumnya, peserta ujian khawatir dengan nilai -1 di setiap jawaban yang diragukan sehingga ia tidak menjawab pada soal tersebut. Ia khawatir poin keseluruhannya justru berkurang. Dengan demikian, cap cip cup tidak dilakukan. Tapi dengan pembobotan ini, probabilitanya pun tidak banyak berubah.

Misal setiap soal dijawab acak, A/B/C/D/E semua. Setiap satu jawaban benar, maka poin yang didapat 4. Tetapi dengan 4 jawaban lain yang salah, maka poin total kembali ke nol. Jika soal ujian ada 40 soal, maka probabilita poin total sebesar 0. Angka tersebut 8 jawaban benar sehingga bernilai +32 dan 32 jawaban salah sehingga -32. Impas.

Jika dari 40 soal hanya yakin menjawab sebagiannya, maka hitung probabilita poin yang bisa didapat. Misal hanya 32 soal yakin benar jawabannya. Peserta yang khawatir dengan penilaian -1 tersebut akan membiarkan 8 soal sisanya kosong. Tetapi adakah cara lain yang lebih menguntungkan?

Delapan soal dengan probabilita jawaban benar 20%, maka kemungkinan 1,6 jawaban benar (dibulatkan ke bawah menjadi 1 jawaban benar). Poinnya menjadi +4 tapi kemudian -7 karena 7 jawaban lain yang salah. Sehingga poin total menjadi -3 jika 8 soal tersebut dijawab acak.

Minus 3 didapat dari 3 jawaban salah. Maka daripada mengosongkan 8 soal, tak ada salahnya menjawab 5 soal lagi. Toh dengan menghitung probabilita tersebut, totalnya juga 0.

Bermain spekulasi, jika dari lima soal tersebut ternyata benar 2 soal, maka poin menjadi +5 (2 jawaban benar itu +8 dan 3 jawaban salah itu -3). Bagaimana jika ternyata justru benar 3 soal? Maka poin menjadi +10. Bagaimana jika ternyata mendapat “jackpot”, benar 5 soal? Poin menjadi +20. Kalaupun salah semua, hanya rugi 1 poin atau -1. Worth it? 

Jika sudah bermain spekulasi, maka konsekuensi anda tanggung sendiri. Karena itu namanya “judi”. Hanya mengandalkan keberuntungan.

Masih ingat cap cip cup tadi? Ada 16 suku kata. Dengan 5 pilihan ganda, maka jawaban yang terpilih akan selalu menunjuk pilihan pertama (A).

About darmaone

always unpredictable, and will be being like this

Check Also

“Qurban” tanda cinta

Eits..kata qurban bukan berasal dr kata “korban” loh ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tidak ingin ketinggalan  Goresan Tinta

terbaru kami?

 

Cantumkan Nomor WhatsApp anda di sini

BERLANGGANAN GRATIS

Channel Telegram