Breaking News
Home / Opini / Simpan di Bawah Bantal

Simpan di Bawah Bantal

Setelah rush (penarikan uang besar-besaran dari bank), terus apa? Membawa uang tunai hanya akan menimbulkan kekhawatiran yang semakin berlebih. Disimpan di rumah, lantas mengubah rumah menjadi seperti benteng. Meninggikan tembok. Memasang kamera pengawas. Menyewa penjaga gerbang. Sekalian saja memasang sentry gun.

Menabung pangkal kaya. Begitu kata pepatah yang diajarkan kepada anak kecil di sekolah-sekolah. Tetapi menyimpan uang tidak selamanya menjadi kaya. Apalagi jika menyimpan tanpa menjadikan simpanan tersebut tumbuh dengan cara menabung berkesinambungan.

Katakanlah menabung seratus juta rupiah. Ditabung dalam tabungan ayam. Lantas di simpan di rumah. Dimasukkan ke dalam brankas. Padahal saat itu di waktu yang sama, tergiur dengan rumah yang nilainya sama, yaitu seratus juta rupiah. Tetapi lebih memilih untuk menyimpannya.

Setahun kemudian, ingin membeli rumah tadi yang tahun lalu bernilai seratus juta rupiah. Tetapi tak terjadi, karena rumah tersebut kini bernilai 103 juta rupiah. Sedangkan uangnya tetap senilai 100 juta.

Apa yang terjadi? Mengapa nilai rumah tersebut bisa naik 3 juta dalam satu tahun sedangkan fisiknya sama. Tidak berubah. Rumahnya tetap di situ. Tidak jalan. Jumlah kamarnya juga tetap. Kamar mandi juga sama. Air kerannya juga tetap mengalirkan air biasa. Bukan air susu. Mengapa bisa tambah 3 juta?

Lantas mengapa uang yang ditaruh di bawah kasur tetap seratus juta? Masih sama. Tetap tak berpindah. Paling basah karena terkena ompol. Atau basah terkena “pulau buatan”. Tapi uangnya tetap. Rumahnya juga sesekali basah juga. Tersiram hujan.

Apa yang terjadi? Menurut Bank Indonesia yang dikutip tanpa perubahan adalah sebagai berikut:

Secara sederhana inflasi diartikan sebagai meningkatnya harga-harga secara umum dan terus menerus. Kenaikan harga dari satu atau dua barang saja tidak dapat disebut inflasi kecuali bila kenaikan itu meluas (atau mengakibatkan kenaikan harga) pada barang lainnya. Kebalikan dari inflasi disebut deflasi.

Masih dari Bank Indonesia, inflasi pada Bulan Oktober 2016 adalah sebesar 3,31% (dihitung tahunan). Harga-harga secara umum meningkat, tetapi uang yang disimpan tetap. Maka jika uang hanya disimpan tanpa dimanfaatkan nilainya akan terus berkurang. Dalam artian uang seratus juta tadi lama-kelamaan nilainya berkurang. Nominalnya tetap sama seratus juta tetapi tidak lagi bisa digunakan untuk membeli barang yang bernilai sama pada waktu tersebut.

Maka, alih-alih menyimpan dalam brankas di rumah, menyimpan di Bank menjadi pilihan. Karena Bank memberikan “royalti” kepada nasabah yang berduit.

Saya ambil contoh 2 Bank besar, yakni Mandiri dan BCA. Jika seratus juta tadi disimpan di Mandiri/BCA selama setahun, maka setahun kemudian nilainya menjadi 100,85 juta. Uangnya sama. Tetapi nilainya bertambah 850 ribu.

Yang perlu digarisbawahi ialah tambahan tersebut merupakan bunga. Riba. Dan hmmm berbicara riba, maka saya perlu belajar tentang fiqih muamalah terkait perdagangan.

“Royalti” tersebut bisa menjadi lebih besar ketika disimpan dalam bentuk deposito. Katakanlah deposito dengan tenor 12 bulan, yang berarti uang tersebut mengendap di bank selama itu tanpa diambil. Ketika sudah terlewati 12 bulan, maka uangnya akan bernilai 104,75 juta di Mandiri atau 105 juta jika di BCA. Nilainya akan berbeda tergantung dari interest rate yang ditetapkan masing-masing bank juga tenor yang dipilih.

Apa intinya? Menyimpan di bawah bantal tak menjadikan uang tersebut bertambah. Membeli deposito itu bisa menjadi cara lain agar nilai uangnya tetap bernilai sama dalam artian tetap dapat digunakan membeli rumah yang harganya juga naik.

Deposito hanyalah satu cara. Masih banyak cara lain yang dapat digunakan.

About darmaone

always unpredictable, and will be being like this

Check Also

Ramadhan ala perantau

  Sayup-sayup suara tilawah dari speaker masjid saling bersahutan dan langit senja yang mulai menguning …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tidak ingin ketinggalan  Goresan Tinta

terbaru kami?

 

Cantumkan Nomor WhatsApp anda di sini

BERLANGGANAN GRATIS

Channel Telegram