Breaking News
Home / Opini / Seberapa Tinggi Polisi Tidur

Seberapa Tinggi Polisi Tidur

Di kampung saya, ada empat polisi tidur yang sepanjang gang yang kurang dari lima puluh meter. Tidak main-main, setiap polisi tidur memiliki ketinggian satu pertiga dari ban mobil. Itu berarti sekitar 7 centimeter tingginya. Cukup tinggi, atau terlalu tinggi karena jika mobil kurang kencang melewatinya, ia akan membal, mundur. Tetapi jika terlalu kencang, bisa lompat. Belum lagi sepeda motor matic yang memiliki bodi rendah, pasti terantuk dengan polisi tidur tersebut.

Melewati jalan tersebut menjadi tidak nyaman lagi. Dan saya tak lagi bisa kebut-kebutan di dalam gang hehe. Ternyata bukan hanya saya saja, kebanyakan orang yang melewatinya juga mengeluhkan hal yang sama.

Mengapa tidak dibuat polisi tidur yang jauh lebih rendah tetapi tidur berderet dalam jarak yang dekat? Walaupun tak terlalu tinggi, tapi kan cukup untuk melambatkan kendaraan yang melaju.

Dan pikiran saya tersebut tertolak ketika menghadapi kenyataan berikut

Sepertinya saya kurang kerjaan ketika melakukan ini. Menghitung kendaraan yang “menabrak” polisi yang sedang tidur?!

Di salah satu jalan raya yang ramai dilalui kendaraan bermotor, ada sederet polisi tidur yang dipasang berderet. Persis seperti gambaran saya yang sebaiknya diaplikasikan di kampung. Harapannya adalah kendaraan yang melewatinya akan melambatkan lajunya, tapi ternyata tidak demikian.

Mayoritas kendaraan yang lewat tetap memacu kendaraannya tanpa sedikitpun menginjak pedal rem. Apakah polisi tidur tersebut tidak terasa? Kenyataannya tidak, saya beberapa kali melewatinya pun harus memegangi ponsel di saku baju, khawatir jika terpental loncat.

Sekitar sepuluh menit saya mengamati polisi tidur tersebut, hanya beberapa kondisi yang menyebabkan pengendara melambatkan kendaraannya, yaitu:

  • kendaraan tua di atas lima tahun

Setiap kendaraan tua melintasinya tanpa melambatkan kendaraan, pasti suaranya kocak. Seperti ada yang bergeretak, entah itu sadelnya, kepala motor, maupun spakbor.

  • jalanan ramai

jalanan yang sudah ramai membuat pengendara otomatis melambatkan laju kendaraannya. Jadi sepertinya faktor ini tidak bisa dijadikan tolok ukur hehe

  • yang bonceng

Ini unik. Ketika pengendara cowok membonceng cewek, otomatis akan melambatkan laju kendaraannya. Entah, mungkin mereka menikmati indahnya dunia. Serasa dunia milik mereka berdua, yang lain ngontrak haha. Tapi ternyata ini tidak berlaku ketika mamak-mamak yang dibonceng haha

Selain dari kedua itu, hampir seluruh kendaraan yang melintas akan menabrak polisi tidur tersebut tanpa melambatkan laju kendaraan. Bahkan ada yang sengaja menghindar, mengambil lajur berlawanan arah yang lebih lenggang tanpa polisi tidur.

Melihat kondisi demikian, sepertinya wajar ketika polisi tidur di kampung dipasang tinggi-tinggi.

Rumah, 24 Agustus 2016

About darmaone

always unpredictable, and will be being like this

Check Also

Ramadhan ala perantau

  Sayup-sayup suara tilawah dari speaker masjid saling bersahutan dan langit senja yang mulai menguning …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tidak ingin ketinggalan  Goresan Tinta

terbaru kami?

 

Cantumkan Nomor WhatsApp anda di sini

BERLANGGANAN GRATIS

Channel Telegram