Breaking News
Home / Nalar / Rotasi Bumi dan Air yang “Terlempar”

Rotasi Bumi dan Air yang “Terlempar”

Beberapa waktu lalu ketika di televisi ditayangkan talkshow bertemakan “Pasca 411”, di sana dipaparkan sebuah teori oleh panglima TNI, yaitu “peak oil theory”. Intinya berbicara bahwa seiring berjalannya waktu, daerah di luar garis ekuator akan semakin mengering. Sebaliknya, daerah di sepanjang ekuator akan semakin subur, semakin dilirik.

Saya jadi berandai-andai, apakah ini juga berhubungan dengan gerakan rotasi Bumi? Dalam gerakan berputar, ada sebuah gaya yang mendorong benda untuk keluar dari lintasan putar, menjauh dari pusat putaran. Lihatlah koboi ketika akan melempar tali lassonya. Ia memutar-mutar lassonya di atas kepala lebih dahulu. Ini dilakukan agar lemparan lassonya lebih jauh.

Dalam ilmu fisika dikenal istilah gaya sentrifugal. Inilah gaya yang mendorong benda menjauhi sumbu putarnya.

Jika dihubungkan dengan rotasi Bumi. Sederhananya, bola yang diisi sedikit air di dalamnya. Kemudian ia diputar pada porosnya. Air di dalam bola tadi tentu “terlempar” ke titik terjauh pada bola, yakni daerah bola yang memiliki diameter paling besar. Tentunya air ini terkena gaya sentrifugal.

Jika bola tadi adalah Bumi, maka semakin lama air pada Bumi semakin terpusat menuju daerah terjauhnya yakni bagian Bumi yang memiliki diameter terbesar. Daerah Khatulistiwa.

Masuk akal sih, tetapi apakah benar demikian? Jika iya, apakah hanya berlaku pada air saja? Bagaimana dengan magma dalam Bumi? Bukankah ia juga termasuk dalam zat cair?

Hmm, rasa penasaran saya masih menghantui dan belum menemukan jawaban.

About darmaone

always unpredictable, and will be being like this

Check Also

“Qurban” tanda cinta

Eits..kata qurban bukan berasal dr kata “korban” loh ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tidak ingin ketinggalan  Goresan Tinta

terbaru kami?

 

Cantumkan Nomor WhatsApp anda di sini

BERLANGGANAN GRATIS

Channel Telegram