Breaking News
Home / iseng / .:: Polemik Rumah Sakit Islam Surakarta di Sukoharjo ::.

.:: Polemik Rumah Sakit Islam Surakarta di Sukoharjo ::.

Polemik Rumah Sakit Islam Surakarta
Image credit: Pangesti Solo

Beberapa waktu lalu sempat ramai polemik mengenai Rumah Sakit Islam Surakarta. Salah satu rumah sakit besar dekat dengan Universitas Muhammadiyah Surakarta dan Pondok Pesantren Modern Islam Surakarta *eh Assalaam 😝 . Perebutan hak milik tanah. Seperti biasa, ketika nama sudah besar, hal-hal fundamental seperti ini pasti diperebutkan.

Terlepas dari itu, ketika sudah mereda, berdirilah Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret tepat di seberangnya. Dan apa yang terjadi dengan Rumah Sakit Islam Surakarta? Yang paling nampak di “permukaan” adalah imbuhan “di Sukoharjo” pada papan namanya sehingga menjadi Rumah Sakit Islam Surakarta di Sukoharjo. Wkwkwkwk

Surakarta dan Sukoharjo merupakan dua kabupaten yang berbeda. Surakarta sering dikaitkan dengan keraton maupun karisidenan. Dikenal pula dengan Kota Solo, Spirit of Java jika yang ditampilkan adalah sisi modernitasnya. Jamaknya hotel dan pusat perbelanjaan. Dan yah, anda tau sendiri RI-1 saat ini berasal dari kota ini.

Sedangkan Sukoharjo? Terdengar lebih ndeso. Padahal memiliki wilayah sepuluh kali lebih luas, yaitu 466,66 km2 sedangkan Surakarta hanya 44,04 km2 (data Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah Provinsi Jawa Tengah). Jika anda tau Solo Baru? Itu merupakan bagian dari kabupaten ini. Wkwkwk

Ok, cukup pelajaran geografinya. Jika kuteruskan bisa-bisa malah menyerempet ke bagian makroekonomi (ex: pendapatan daerah) kedua kabupaten tersebut 😝 . Kita kembali ke Rumah Sakit Islam Surakarta di Sukoharjo lagi.

Penambahan imbuhan “di Sukoharjo” ini terdengar “geli”. Bayangkan saja, jika pemerintah daerah setempat sangat “ketat”. Apa yang akan terjadi dengan Sate Ayam Madura, Rumah Makan Padang, atau Warung Tegal? Mungkin anda akan menemukan papan nama seperti berikut:

“Sate Ayam Madura di Kudus”

“Rumah Makan Padang di Bandung”

“Warung Makan Tegal di Surabaya”

“Sate Ayam Ponorogo di Solo”

“Pangkas Rambut Madura di Boyolali”

Ah namanya juga Endoneseah 😂

 

About darmaone

always unpredictable, and will be being like this

Check Also

“Qurban” tanda cinta

Eits..kata qurban bukan berasal dr kata “korban” loh ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tidak ingin ketinggalan  Goresan Tinta

terbaru kami?

 

Cantumkan Nomor WhatsApp anda di sini

BERLANGGANAN GRATIS

Channel Telegram