Breaking News
Home / Curhat / Penyakit Judi

Penyakit Judi

Berbicara mengenai spekulasi, kalau boleh jujur, itu menarik dan menggoda. Terlebih ketika mata “terbutakan” oleh kekayaan yang didapat dengan instan. Saya bisa bilang instan karena hanya dalam hitungan kurang dari 10 menit.

Anda pernah melempar sebuah koin? Hasilnya kalau bukan kepala, ya ekor. Kalau bukan gambar, ya angka. 50 – 50. Simpel. Kalau bukan menang, ya kalah.

Tetapi karena “terlalu” sederhana, jadi kurang “berasa”. Beda halnya jika ada yang dipertaruhkan. Katakanlah jika menang, dapat 20 juta, begitu juga sebaliknya, kalah, bayar 20 juta. Hanya dengan melempar koin. Will you take a risk?

Sebelum mengambil risiko tersebut, kita pasti mengukur diri, bagaimana jika kalah dan harus membayar 20 juta. Sanggupkah? Nominal tersebut relatif besar jika pendapatan masih di level 1 digit juta per bulan. Maka, saya ganti dengan nominal yang lebih kecil. Katakanlah seribu rupiah. Will you take a risk?

Why not?! Cuman seceng. Ringan. Nothing to lose lah. Toh jika menang dapat seribu. Lumayan dapat sebatang rokok. Dan diambillah risiko tersebut. Begitu hasilnya menang, lantas mengeluh, “Andai taruhannya lebih besar, tentu yang aku dapat lebih besar.”

Dinaikkanlah taruhannya lebih besar, 100 ribu. Kalau menang, lumayan bisa buat makan di restoran. Menang. Berandai-andai kembali dengan taruhan yang lebih besar dan apa yang bisa dibeli dari kemenangan tersebut.

Dinaikkan kembali menjadi 1 juta. Menang lagi. Merasa dewi keberuntungan sedang menjadi kekasihnya saat itu. Tanpa sadar, dewi keberuntungan tersebut menstimulasi otak sehingga kecanduan. Candu yang sama seperti rokok, kopi dan alkohol.

Bahkan, WHO mengidentifikasikan kecanduan ini sebagai pathological gambling[1].

Uniknya, masih dalam penelitian yang sama, survey membuktikkan bahwa penyakit ini juga menggandrungi para jomblo.

[1] Why do People Gamble Too Much?–Pathological and Problem … https://www.library.ca.gov/CRB/97/03/Chapt8.html

About darmaone

always unpredictable, and will be being like this

Check Also

Ur Keyboard Ur Weapon

Sebagian besar dari kita pasti sudah jengah dengan “perang keyboard” yang terjadi di linimasa media …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tidak ingin ketinggalan  Goresan Tinta

terbaru kami?

 

Cantumkan Nomor WhatsApp anda di sini

BERLANGGANAN GRATIS

Channel Telegram