Breaking News
Home / Kajian / Penentuan Awal dan Akhir Bulan

Penentuan Awal dan Akhir Bulan

Masih ingat mengapa ada perbedaan antara penanggalan Masehi dengan Hijriyah? Baca juga Keunikan Kalender Hijriyah. Maka, mari kita perdalam wawasan mengenai Kalender Hihriyah.

Ada beberapa kriteria dalam menentukan awal dan akhir bulan dalam Kalender Hijriyah, dua di antaranya adalah “Imkan ar-Rukyat” dan “Wujud al-Hilal”. Masing-masing kriteria memiliki dasar dalil yang dianut “jamaah”nya. Dan karena adanya perbedaan kriteria inilah yang menjadikan keberagaman dalam penentuan awal dan akhir bulan. Ujungnya adalah keberagaman dalam “hari perayaan” di Indonesia ini.

Lantas, apa itu Imkan ar-Rukyat? Dan apa itu Wujud al-Hilal? Mengapa keduanya berbeda?

Secara garis besar, Imkan ar-Rukyat mematok awal bulan dengan “kemungkinan” terlihatnya hilal (sabit muda) yang memiliki ketinggian di atas 2 derajat dari ufuk. Untuk mengkonfirmasi kemungkinan terlihatnya hilal tersebut, maka digunakan elongasi 3 derajat dan umur hilal selama 8 jam.

Sedangkan secara garis besar, Wujud al-Hilal mematok awal bulan dengan hilal yang memiliki ketinggian positif atau di atas 0 derajat dari ufuk.

Sederhananya, yang menjadikan keduanya berbeda adalah “ketinggian” hilal. Namun tentunya tidak sesederhana itu karena adanya perbedaan tersebut menjadikan keberagaman yang berlangsung hingga tulisan ini dibuat.

Ingin mengetahui lebih lanjut mengenai penentuan awal dan akhir bulan Hijriyah? Ingin mengetahui kriteria lain selain “Imkan ar-Rukyat” dan “Wujud al-Hilal”? Ingin menentukan awal dan akhir bulan sendiri?

Silahkan ikuti pelatihan yang kami adakan 😁 di Rowasiya.com

About darmaone

always unpredictable, and will be being like this

Check Also

“Qurban” tanda cinta

Eits..kata qurban bukan berasal dr kata “korban” loh ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tidak ingin ketinggalan  Goresan Tinta

terbaru kami?

 

Cantumkan Nomor WhatsApp anda di sini

BERLANGGANAN GRATIS

Channel Telegram