Breaking News
Home / iseng / .:: Pendakian Puncak Semu ::.

.:: Pendakian Puncak Semu ::.

Beberapa kali ku mendaki gunung. Puncak sudah terlihat. Semangat makin membara. Haus lapar bisa ditahan. Kaki pegal dan kaus basah keringat.

.
Sepatu menendang tanah berdebu. Bertebangan menampar muka. Masuk mulut dan hidung yang tak bermasker. Pyuh. Ludah pun bercampur dengan debu

.
Begitu sampai di puncak. Ah ternyata masih ada puncak yang lebih tinggi. Ternyata puncak yang ku daki barusan hanyalah bukit rendah

.
Begitulah namanya belajar. Bahasa Indonesia itu dipelajari dari SD hingga SMA bahkan masuk ke bangku kuliah. Kelihatannya mudah. Dipakai keseharian. Tapi coba ku tanya mana yang benar

.
Foto Kopi atau fotokopi?
Bimbingan atau terbimbing?
Rata-rata atau rerata?
Wisudawan atau terwisuda?

.
Periode atau perioda?
Manager atau manajer?
Gender atau jender?
Praktik atau praktek?

.
Ah semakin ku belajar semakin tau kebodohanku
Senin 4 April 2016. Bertepatan pula dengan Ujian Nasional SMA Bahasa Indonesia

About darmaone

always unpredictable, and will be being like this

Check Also

“Qurban” tanda cinta

Eits..kata qurban bukan berasal dr kata “korban” loh ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tidak ingin ketinggalan  Goresan Tinta

terbaru kami?

 

Cantumkan Nomor WhatsApp anda di sini

BERLANGGANAN GRATIS

Channel Telegram