Breaking News
Home / Puisi / Pahlawan

Pahlawan

Aku merdeka. Tapi hatiku terjajah dan tubuhku diniagakan

Lantas, apa yang ku banggakan?

BODOH! Mudah sekali kau berbicara demikian. Kau tak tahu betapa hidupmu kini merupakan impian kami. Kemerdekaan kami. Yah. Kami yang tersemat kata “PAHLAWAN” di batu nisan kami.

Hidupmu hanyalah belajar dan bermain. Sedangkan kami? Hidup kami bagaikan robot. Digerakkan para penjajah untuk kesejahteraan mereka.

Kau bisa bangun tidur sambil bersenandung “Bangun tidur ku terus mandi.” Sedangkan kami, bangun tidur dan mandi lecutan cambuk penjajah.

Kau tinggal duduk manis di kelas dan menjawab pertanyaan guru. Sedangkan kami? Guru kami hanyalah cambukan yang semakin keras. Mengajarkan betapa hidup itu penderitaan.

Kau bisa riang berlarian mengejar pokemon. Sedangkan kami? Bingung sembunyi. Dikejar-kejar penjajah.

Kau tak bangga dengan kemerdakaan itu? Kemerdekaan yang sangat kami impikan. Lantas apa yang telah kau lakukan?

Purwodadi, 13 Agustus 2016

About darmaone

always unpredictable, and will be being like this

Check Also

Lisan

Lisan ku tertutup rapat Diam membisu dalam doa Dalam ketenangan cintaku pada kuasa Kutitipkan hati …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tidak ingin ketinggalan  Goresan Tinta

terbaru kami?

 

Cantumkan Nomor WhatsApp anda di sini

BERLANGGANAN GRATIS

Channel Telegram