Breaking News
Home / Nalar / .:: “Mercusuar” Kiblat ::.

.:: “Mercusuar” Kiblat ::.

Selain menggunakan citra satelit seperti postingan kemarin, ada satu cara lain dalam menentukan arah kiblat. Bayangkan saat ini kita berdiri tepat di depan Ka’bah. Kemudian berjalan mundur teruuus hingga sampai rumah tanpa melenggak-lenggok. Maka, arah yang kita hadapi masih tetap ke arah Ka’bah.

Tapi berjalan mundur dari Ka’bah sampai rumah kok rasanya syessuattu banget. Maka mari kita berimajinasi kembali.

Bayangkan jika di Ka’bah dibangun sebuah menara atau gedung pencakar langit. Tinggi menjulang hingga dari kejauhan tampak jelas bahkan dari tanah air kita. Maka, kita dapat dengan mudah mencari di mana arah kiblat kita. Cukup dengan mengarah ke gedung pencakar langit tersebut karena ia merupakan representatif dari Ka’bah.

Begitu pula dengan berjalan mundur, membangun gedung pencakar langit yang sangat tinggi menjulang tersebut kok terdengar costly. Maka, mari kita berimaninasi kembali.

Bagian ini ku dapat inspirasi dari Ustadz AR dahulu. Bayangkan jika ada lampu sorot yang ditembakkan tegak lurus ke langit dari Ka’bah. Maka akan terbentuk “menara” yang terbuat dari cahaya. Tinggi menjulang menembus langit. Jika terlihat dari kejauhan, maka orang dapat dengan mudah menentukan arah kiblat karena “menara cahaya” tersebut representatif dari keberadaan Ka’bah.

Is it possible? May be. Tapi coba bayangkan berapa daya yang dibutuhkan. Pasti juga sangat costly. Maka, mari kita berimajinasi kembali. Jangan bosan untuk berimajinasi 😊.

Bayangkan jika ada cahaya yang sangat silau berada tepat di atas Ka’bah. Cukup tinggi sehingga dapat dilihat dengan mudah dari kejauhan. Menjadi “mercusuar” bagi orang yang mencari arah kiblat. Termasuk kita yang di Indonesia. Lebih dari delapan ribu kilometer jauhnya dari sumber cahaya. Maka, mudah sekali mencarinya bagai petunjuk bagi para pelayar.

Mungkinkah? Bagaimana jika yang mewujudkannya adalah Sang Maha Pencipta? Ia menjadikan salah satu makhluk-Nya menjadi “mercusuar” tersebut. Bola matahari. Dan secara kebetulan sekali, besok Jumat, 27 Mei 2016 adalah waktunya. Matahari akan berada tepat di atas Ka’bah. Tepatnya pada pukul 16.18 WIB.

Allah mendirikan “mercusuar” gratis. Maka, jangan lewatkan fenomena tersebut. Diistilahkan sebagai istiwa’. Pada waktu tersebut, Ka’bah tidak memiliki bayangan. Di waktu yang bersamaan, kita bisa memastikan arah kiblat di rumah/musholla/langgar/masjid. Sangat cocok bagi yang akan membangun tempat ibadah.

Masih ingin berimajinasi?

Rumah -> pesantren -> rumah lagi, 26 Mei 2016

About darmaone

always unpredictable, and will be being like this

Check Also

“Qurban” tanda cinta

Eits..kata qurban bukan berasal dr kata “korban” loh ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tidak ingin ketinggalan  Goresan Tinta

terbaru kami?

 

Cantumkan Nomor WhatsApp anda di sini

BERLANGGANAN GRATIS

Channel Telegram