Breaking News
Home / iseng / Menyuap Tuhan

Menyuap Tuhan

Ada pengusaha yang menyuap pemerintah agar tendernya dimenangkan. Ada wali murid yang menyuap kepala sekolah agar anaknya diluluskan. Ada guru yang menyuap birokrat agar sertifikasinya diterima. Ada pelanggar yang menyuap polisi agar dirinya tak ditilang. Ada mahasiswa yang menyuap dosennya agar kuliahnya diluluskan. Bahkan ada teman yang menyuap temannya agar rahasianya tak dibongkar. Lebih tepat jika disebut “uang tutup mulut”.

Praktik suap menyuap sudah mendarah daging bagi masyarakat modern. Uang “pelicin”, begitu kata temanku. Ucapan “terima kasih”, kata orang lain. Hadiah “seadanya”, begitu katanya. Tetapi tujuannya hanya satu. Misinya hanya satu. Mengubah penilaian obyektif menjadi subyektif.

Seteguh apapun prinsipnya. Sekuat apapun imannya. Begitu “suapan” tersebut tiba di “bawah” mejanya, second mind muncul di benaknya. “Belum tahu rasanya ditampar pakai duit nih!”. PLAK! Mata langsung “menghijau”. Seketika pikiran melayang dan mengukur kebutuhan ekonomi. Harapan membumbung. Berkeliaran “seandainya”. “Seandainya aku punya uang segitu, aku bisa membeli bla . . . bla . . . bla.”

Jahat. Second mind terkadang bisa jahat. Walaupun tak selalu. Tapi second mind yang selalu digandeng dengan keraguan itu jahat.

Seketika pikiran liar saya jadi tersentak. Daripada menyuap makhluk, bagaimana jika Pencipta yang disuap? “Menyuap Tuhan”. Dengan harta, kita bersedekah. Menyuap Tuhan agar memuluskan hajat.

About darmaone

always unpredictable, and will be being like this

Check Also

“Qurban” tanda cinta

Eits..kata qurban bukan berasal dr kata “korban” loh ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tidak ingin ketinggalan  Goresan Tinta

terbaru kami?

 

Cantumkan Nomor WhatsApp anda di sini

BERLANGGANAN GRATIS

Channel Telegram