Breaking News
Home / Nalar / Menulis itu Mudah (2): Tembok

Menulis itu Mudah (2): Tembok

Setelah menentukan titik A dan B (baca Menulis itu Mudah (1): Tujuan), tahap selanjutnya adalah mengenalkan hambatan. Karakter utama perlu “dibenturkan” dengan tembok. Tembok yang menghalangi dirinya dari tercapainya tujuan tersebut.

Karakter utama harus berjibaku untuk menghadapi tembok tersebut. Mungkin melompat, menabrak, menghantam, merubuhkan, atau mengambil jalan memutar. Tujuannya cuma satu, menuju ke titik B.

Cinderella contohnya. Tujuan dari Cinderella cukup sederhana, hidup bahagia. Tetapi kebahagiaannya terhalang oleh tiga tembok: ibu tirinya dan dua saudara tirinya.

Frozen contohnya yang lain. Tujuan dari Elsa juga sederhana, hidup bahagia. Tetapi kebahagiannya lagi-lagi terhalang oleh “kutukan”. Apapun yang disentuhnya berubah menjadi es.

Cars? Tujuannya juga sederhana, ikut balapan. Tembok penghalangnya hanya ia “tersesat” dalam perjalanan menuju ajang balap selanjutnya.

Sleeping beauty? Tujuannya juga sederhana, hidup bahagia. Sayangnya, tembok yang menghalanginya untuk mendapatkan kebahagiaan tersebut ialah “ketiduran”. *tepokjidat

Munculnya hambatan ini bisa juga diwujudkan dengan karakter baru, antagonis. Pembaca cerita akan tahu, apa/siapa yang harus dikalahkan untuk mendapatkan tujuan tersebut. Sepanjang cerita, karakter utama berjuang meraih tujuannya. Begitu juga antagonis, ia bertujuan untuk menghambat tercapainya tujuan karakter utama.

About darmaone

always unpredictable, and will be being like this

Check Also

“Qurban” tanda cinta

Eits..kata qurban bukan berasal dr kata “korban” loh ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tidak ingin ketinggalan  Goresan Tinta

terbaru kami?

 

Cantumkan Nomor WhatsApp anda di sini

BERLANGGANAN GRATIS

Channel Telegram