Breaking News
Home / Opini / Mengajar

Mengajar

Mengajar itu tak melulu bersenjatakan kapur dan spidol. Pengajar yang kreatif tentunya akan menambahkan warna yang berbeda sesuai penekanan materi yang disampaikan.

Mengajar juga tak melulu harus berteriak, melantangkan suara sehingga siswa yang tidur di deretan paling belakang kaget terjaga. Atau bahkan mendatangi setiap siswa yang mulai iseng tak memperhatikan.

Mengajar juga tak melulu harus bersitatap dengan wajah mengantuk siswa, wajah kuyu, atau bahkan terpesona dengan ketampanan/kecantikan sang pengajar.

Mengajar juga tak melulu berada di ruang kelas yang gaduh dan panas dengan cuaca yang tak menentu. Dimulai dari jam 6.45 hingga menjelang senja.

Kemajuan teknologi mengantarkan kita di mana entitas guru, murid, dan media tak lagi harus berada di satu tempat. Digitalisasi dan dunia maya menggantikan itu semua. Padahal tatap muka merupakan ajang bagi pengajar untuk membagi “wisdom” yang dimilikinya.

Tentu “pergeseran” ini juga membawa dampak yang tak sebatas “wisdom” belaka. Tetapi kita hanya melihat pembelajaran sebatas penyampaian materi sehingga “simpan” dulu “wisdom” tersebut. Karena bukan proses yang dinilai, hanya hasil akhir yang diminta.

Pada kondisi tersebut, setiap orang dapat menjadi pengajar. Bahkan tak perlu mengenyam pendidikan formal untuk membuktikan kredibilitasnya. Selama ia menimba ilmu lebih dahulu, ialah “pantas” menjadi pengajar.

Tugasnya mudah, merangkum materi, memaparkannya, selesai. Masalah penyerapan materi dikembalikan kepada pribadi masing-masing. Tetapi pengajar yang “bertanggung jawab” maka ia mengumpulkan feedback, mengolah kembali rangkuman materinya, kemudian memaparkan dengan cara yang lebih mudah dicerna.

Ah, menjadi pengajar lebih mudah daripada menjadi pendidik. Karena tak ada unsur “karakter” yang harus dibangun. Tak ada “wisdom” yang harus dibagi.

Rumah, 11 Oktober 2016

About darmaone

always unpredictable, and will be being like this

Check Also

Ramadhan ala perantau

  Sayup-sayup suara tilawah dari speaker masjid saling bersahutan dan langit senja yang mulai menguning …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tidak ingin ketinggalan  Goresan Tinta

terbaru kami?

 

Cantumkan Nomor WhatsApp anda di sini

BERLANGGANAN GRATIS

Channel Telegram