Breaking News
Home / Nalar / .:: Menentukan Kiblat ::.

.:: Menentukan Kiblat ::.

Ku bagikan sedikit kisahku sore ini. Semoga bisa bermanfaat.

“Wan, cara menentukan kiblat yang mudah gimana ya? Ini ada pembangunan musholla di tempatku,” kira-kira begitu isi pesan yang kuterima.

Deg! Seumur-umur dulu ketika masih di Observatorium Assalaam belum pernah ku terjun langsung dalam penentuan arah kiblat. Hanya mendampingi dalam mengisi pelatihan oleh ustadz AR di beberapa tempat. Itupun yang ku kerjakan hanya mendokumentasikan jalannya acara. Mana ku punya ilmunya? Kalaupun ada, itupun hanya secuil. Ku tangkap di balik lensa kamera lagi. Sedikit sekali.

Ku jawab singkat, “pakai kompas”. Tapi ku bayangkan kalau hanya menunjukkan arah kompas, apa jama’ah musholla tersebut akan percaya? Apalagi sumbernya dariku, Darmawan. Siapa itu? Anak bawang?! Bau kencur. Bah!

Kalau dulu ketika mendampingi pelatihan, berbagai perlengkapan dibawa, mulai dari smartphone yang kebanyakan dimiliki orang, kompas bidik, hingga teodholit lengkap dengan tripotnya. Lengkapnya peralatan tersebut sangat jelas akan memberi kesan yang WOW. Pasti akurat. Tak perlu diragukan. Tapi kini? Hanya kompas dalam smartphone saja yang ku punya.

Belum lagi ini termasuk ujian pertamaku “terjun” di masyarakat. Lepas dari arahan langsung Ustadz AR. Menjadi beban tersendiri. Jika arahnya keliru, meleset ke Utara sedikit (terlalu tepat mengarah Barat), bukannya ke Ka’bah tapi justru ke Afrika di mana monyet-monyet bergelantungan. Jadinya sholat menghadap monyet dong 😱.

Bagaimana dengan jama’ah yang sholat di sana? Menggunakan arah kiblat yang keliru. Bisa GAWAT. Dan aku terjebak dalam kekeliruan yang ku buat. Na’udzu billah.

Ku ingat-ingat kembali isi pelatihan yang dulu. Apa yang bisa ku perbuat dengan keterbatasan perlengkapan yang ku punya tapi tetap bisa memberikan data yang akurat?

“Coba kirimi koordinat lokasimu, ku cekkan dari sini” sambil kira-kira ku membayangkan apa yang perlu ku perbuat. Ah, buat video saja. Orang awam pun pastinya akan percaya dengan ini. Akurasinya pun bisa lebih dipertanggungjawabkan. Cek this out. Semoga bermanfaat.

https://youtube.com/watch?v=bD5E9XUrEXU

Rumah, 25 Mei 2016

About darmaone

always unpredictable, and will be being like this

Check Also

“Qurban” tanda cinta

Eits..kata qurban bukan berasal dr kata “korban” loh ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tidak ingin ketinggalan  Goresan Tinta

terbaru kami?

 

Cantumkan Nomor WhatsApp anda di sini

BERLANGGANAN GRATIS

Channel Telegram