Breaking News
Home / Puisi / Menagih Upah

Menagih Upah

Salahkah, jika aku menagih “upah” atas shalatku?

Ah, naif sekali pertanyaanku
Siapa yang butuh dengan shalatku?
Apakah Dia butuh? Atau aku yang butuh?

Aku memang diciptakan untuk menyembah-Nya
Tapi, apakah Dia butuh?
Apalah nilai shalatku dibanding para wali dan nabi?
Layaknya remahan snack lebaran

Aku yang butuh
Aku butuh sebagai tiketku masuk surga
Aku butuh sebagai penenang hatiku
Aku butuh sebagai “benteng” dari keji dan mungkar
Jika aku yang butuh, pantaskah aku meminta “upah” atasnya?

Solo, 19 Juli 2016

About darmaone

always unpredictable, and will be being like this

Check Also

Lisan

Lisan ku tertutup rapat Diam membisu dalam doa Dalam ketenangan cintaku pada kuasa Kutitipkan hati …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tidak ingin ketinggalan  Goresan Tinta

terbaru kami?

 

Cantumkan Nomor WhatsApp anda di sini

BERLANGGANAN GRATIS

Channel Telegram