Breaking News
Home / iseng / Membidik

Membidik

Sudut kota Solo ini memiliki keunikan tersendiri. Akulturasi antara tradisional dan modern sangat kentara. Dan di sinilah aku. Di persimpangan Jalan Slamet Riyadi yang membelah kota ini dengan empat ruas jalurnya.

Kamera yang menggantung manis di leherku tak pernah istirahat. Hampir setiap gerakan tak luput dari bidikanku. Termasuk bapak paruh baya penjual es kelapa muda yang sedang menuangkan dagangannya ke dalam gelas.

“Ah, rasanya nikmat jika aku berhenti sejenak di sana.” Aku merogoh kantong celanaku, masih ada pecahan sepuluh ribu. Rasanya cukup untuk membeli segelas besar es kelapa muda.

“Pak, es kelapa mudanya satu. Gelas besar ya?” pesanku.

Ku letakkan kamera di atas meja dan memasang earphone di telinga. Senandung Bengawan Solo mengalun merdu, menambah kental kerinduanku pada kota ini.

Mataku menyisir para pembeli kelapa muda dan terpaku pada dua gadis yang sedang bercengkerama. Salah satunya duduk menghadapku yang tanpa sengaja, pandangan kami berpapasan. Ah. Segera ku palingkan wajahku ke arah lain. Begitu juga dengannya. (Sepertinya).

“Ini Mas, es kelapa mudanya.” ujar bapak penjual sambil menaruh segelas besar di depanku. Dan sekali lagi, kudapati gadis tadi mencuri pandang kepadaku. Kali ini temannya juga ikut menoleh. ‘Apa ada sesuatukah di wajahku?’ Ku amati bayanganku di gelas besar tadi. Rasanya biasa saja. Dengan wajah oriental dan kulit sawo matang sepertiku, ketampananku termasuk rata-rata.

Iseng ku menyalakan kameraku tetap di atas meja. Membidik kedua gadis tadi. Kamera ku setel auto-focus tanpa lupa mengubah suaranya menjadi senyap. Timer dipasang sepuluh detik dan KLIK. Ku mengaduk isi gelas sambil menunggu kamera menjepret sendiri.

Mungkin aku terbius dengan masterpiece dari Gesang yang ku setel kencang di telinga sehingga tak ku dengar ada deru suara motor dari belakang. Ku lihat hasil bidikanku pada gadis tadi. Ia terlihat terkesima dengan posisi tangan yang seakan meraihku.

Belum sempat ku memandangi wajahnya tiba-tiba dari belakangku. BRAK!!!!!

Prambanan Ekspress, 9 Agustus 2016

About darmaone

always unpredictable, and will be being like this

Check Also

“Qurban” tanda cinta

Eits..kata qurban bukan berasal dr kata “korban” loh ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tidak ingin ketinggalan  Goresan Tinta

terbaru kami?

 

Cantumkan Nomor WhatsApp anda di sini

BERLANGGANAN GRATIS

Channel Telegram