Breaking News
Home / iseng / .:: Melayang ::.

.:: Melayang ::.

Siang ini rasanya tidak seperti biasanya. Aku terbangun tapi badanku MELAYANG!

Ku kerjap-kerjapkan mata, mencoba memastikan apa yang ku lihat hanya mimpi. Ku cubit pipiku sendiri. Aw! Sakit. Mataku menyapu sekeliling. Sama. Ini kamarku. Masih berantakan seperti biasa.

Ku coba keluar kamar. Rasanya aneh karena kaki tidak menjejakkan tanah. Tubuhku masih belum terbiasa dengan keadaan melayang ini. Mencoba meraih daun pintu sambil kaki menendang-nendang angin. Berusaha mendorong diri ke ujung kamar.

Kepala celingukkan ke sana ke mari. Mencari seseorang dalam rumah. Tapi kosong. Tak terdengar ada kesibukan di dalam rumah. Aneh. Terlalu sepi. “Mboook.” Hening. Tak ada jawaban. Ke mana orang-orang, heranku.

Ku meluncur ke luar rumah. Cuaca cerah. Hanya ada sedikit gumpalan awan di birunya langit. Ku tekuk kakiku menjadi posisi jongkok. Menjejakkan kaki ke permukaan tanah. Bersiap melompat dan DESH! Aku melayang. Melesat. Semakin tinggi.

Awalnya ku merasa takut karena ketinggian. Tapi perlu apa takut jika bisa TERBANG?! Jadi begini rasanya menjadi burung? Melayang bebas. Tanpa ada gravitasi yang mengekang.

Ingin ku terbang lebih tinggi. Menggapai gumpalan awan tipis di atas. Yang sebelumnya hanya bisa ku bayangkan seperti apa rasanya, sebentar lagi bisa ku genggam. Ku rengkuh. Ku lumat dalam mulutku. Empuknya. Dinginnya. Mungkin seperti gulali yang dingin.

Ku kepalkan kedua tanganku. Ku arahkan lurus ke atas. Bergaya bak Superman. Ugghhh. Tak bergerak. Ku jejak-jejakkan kaki tapi hanya angin yang tertendang. Tak berpengaruh. Haaah, mungkin baru segini kemampuan terbangku. Biarlah

Ku lihat pemandangan di bawah. Rumah-rumah tampak terpetak-petak rapi dengan terpisah oleh jalan. Tiba-tiba mataku terpaku oleh keramaian orang di jalanan besar.

—_—_—_—_—_—_—_—_—_—_—_—_—_—_

Cerita terpaksa ku akhiri karena merasa seram sendiri membayangkan kelanjutannya T.T

About darmaone

always unpredictable, and will be being like this

Check Also

“Qurban” tanda cinta

Eits..kata qurban bukan berasal dr kata “korban” loh ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tidak ingin ketinggalan  Goresan Tinta

terbaru kami?

 

Cantumkan Nomor WhatsApp anda di sini

BERLANGGANAN GRATIS

Channel Telegram