Breaking News
Home / Curhat / Media Sosial dan Kunci Privasi

Media Sosial dan Kunci Privasi

Ada banyak cerita yang tak pernah muncul dalam timelineku di media sosial. Itu bukan berarti tak pernah ada dalam benak/pikiranku. Aku hanya membedakan mana yang pantas menjadi konsumsi publik, mana yang cukup sebagai konsumsi pribadi/ kelompok kecil.

Adanya media sosial menjadikan akses menuju privasi seseorang lebih longgar. Alih-alih menyembunyikan, seseorang justru dengan sukarela “membagi” privasinya kepada khalayak umum. Lantas apa yang menjadikan seseorang begitu sukarela melakukan demikian?

“well-known wannabe”, ingin menjadi terkenal. Mencari popularitas. Disorot publik. Menjadi artis. Dan media sosial membuka akses tersebut kepada setiap orang yang memiliki akun media sosial. Seakan-akan meminta setiap orang melihat dirinya, “Ini lho aku. Aku sekarang sudah menjadi demikian.”

Jumlah “friend”, “follower”, “like”, maupun “share” merupakan alat ukur “standar” popularitas seseorang. Tak bisa ku pungkiri bahwa sesekali aku iri dengan alat ukur tersebut. Munafik rasanya jika hal tersebut tak pernah sedikitpun terbersit dalam benakku.

Jika dalam astronomi ada teori geosentris yang menjadikan bumi sebagai pusat tata surya dan heliosentris yang menjadikan matahari sebagai pusatnya, maka mungkin ada egosentris, menjadikan diri sebagai pusat tata surya. Pusat perhatian. Hehe

RHS adalah nama belakangku. Rahasia, menjadi bagian dalam hidupku. Mungkin aku penulis yang sering membagikan cerita, tapi itu hanya sebagian kecil dari potongan puzzle yang lebih besar.

Potongan puzzle yang lebih besar lainnya masih tertutup rapat dalam kotak pribadiku. Tak kubagikan. Biarlah menjadi thropy-thropy yang terpajang dalam rumah. Hanya bisa kunikmati sendiri. Tanpa ada yang tahu bahwa aku memilikinya.

Hanya ada satu kunci untuk membuka akses tersebut. Kunci galeri thropy-thropyku. Potongan puzzle yang lebih besar. Tak perlu kau minta duplikatnya. Coba cek kantung bajumu. Di situ tersimpan duplikat kuncinya. Yang ku taruh diam-diam. Tanpa kau sadari bahwa selama ini kau memilikinya.

Kunci untuk melihat RAHASIAku.

Aku tahu mana yang menjadi konsumsi publik, mana yang menjadi konsumsi pribadi. Aku tahu mana yang bisa dinikmati publik, mana yang hanya kunikmati sendiri, bersamamu. Pembawa kunci RAHASIAku.

Tak pernah muncul dalam timeline media sosialku bukan berarti ketiadaan keberadaannya.

Rumah, 6 September 2016

About darmaone

always unpredictable, and will be being like this

Check Also

Ur Keyboard Ur Weapon

Sebagian besar dari kita pasti sudah jengah dengan “perang keyboard” yang terjadi di linimasa media …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tidak ingin ketinggalan  Goresan Tinta

terbaru kami?

 

Cantumkan Nomor WhatsApp anda di sini

BERLANGGANAN GRATIS

Channel Telegram