Breaking News
Home / Nalar / Masih Percaya Ramalan?!

Masih Percaya Ramalan?!

“Selamat tahun baru Imlek,” ujar pembawa acara infotainment perempuan yang mengenakan pakaian serba merah. “Kalau kamu shionya apa?” sambungnya bertanya pada rekan prianya yang juga mengenakan pakaian merah dan berbalut jas abu-abu.

“Mbeeek. . .” jawabnya. Menirukan suara kambing. *wiiik . . .sama

“Sekarang memasuki tahun Ayam, apa ini ramalan untuk yang bershio kambing?”

“Kalau bagi yang bershio kambing, ini merupakan tahun yang baik untuk menikah.”

Tu tak tu tung deshhh. .. . .

Klasifikasi shio didasari pada tahun kelahiran. Sebagai contoh shio kambing, orang yang lahir pada tahun 2015, 2003, 1991, 1979, 1967, dan seterusnya dengan selisih 12 tahun. Dengan menghitung umur dari tahun kelahirannya, maka secara berturut-turut adalah 2, 14, 26, 38, 50, dan seterusnya dengan penambahan 12 tahun.

Jika pembawa acara tadi mengatakan tahun yang baik untuk menikah, maka kemungkinan besar “ramalan” tersebut ditujukan bagi yang berumur 26 tahun. Umur 2 tahun masih balita, 14 tahun masih berseragam putih biru, 38 sudah “hampir” tidak muda lagi, apalagi 50 tahun.

Melihat pola tersebut, kita bisa “membuat” ramalan sendiri. Katakanlah bagi yang bershio ayam, yaitu yang lahir pada tahun 2017, 2005, 1993, 1981, 1969, dan seterusnya. Itu berarti kelompok usia 0, 12, 24, 36, 48, dan seterusnya. Jika yang dibidik adalah usia 24, maka “ramalan” bisa berbunyi, “Tahun yang baik untuk membangun karir.” Logikanya usia 24 tahun merupakan tahapan awal berkarir setelah menamatkan bangku kuliah.

Karena rentang usia yang jauh (12 tahun), maka “ramalan” dapat disesuaikan dengan target usia pembaca. Jika ramalan dipasang di tabloid remaja, maka Anda dengan mudah tahu pada rentang berapa usia pembaca tabloid tersebut. Begitu juga dengan jika dipasang di koran. Dengan demikian, ramalan dapat “dianggap” dan “dipercaya” keakuratannya.

Membuat ramalan dengan scope yang lebih general/umum justru lebih aman lagi karena tidak spesifik dan target pembaca ramalan yang lebih luas.

Jika kita bisa “membuat” ramalan sendiri, masihkah anda percaya pada ramalan orang lain?

About darmaone

always unpredictable, and will be being like this

Check Also

“Qurban” tanda cinta

Eits..kata qurban bukan berasal dr kata “korban” loh ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tidak ingin ketinggalan  Goresan Tinta

terbaru kami?

 

Cantumkan Nomor WhatsApp anda di sini

BERLANGGANAN GRATIS

Channel Telegram