Breaking News
Home / Nalar / Lubang Hitam

Lubang Hitam

Black Hole atau Lubang Hitam dalam Bahasa Indonesia. Dikenal demikian karena bentuknya yang bulat dan hitam jika dilihat dari ilustrasi yang beredar. Dikatakan “lubang” karena cahaya pun “jatuh” ke dalamnya.

Merupakan pengetahuan umum astronomi bahwa black hole merupakan lubang di luar angkasa yang “menyedot” apapun. Masih misteri sehingga banyak teori berseliweran tentangnya. Satu di antaranya adalah “GERBANG”.

Entah buku apa yang ku baca sehingga percaya bahwa black hole merupakan gerbang ke dimensi lain. Mungkin disebabkan Fujiko F. Fujio mengisahkan dalam karyanya Doraemon demikian. Sebuah gerbang satu arah. Bisa masuk. Tak bisa keluar. Entah posisinya di mana. Entah ukurannya seberapa besar. Itu “keyakinan”ku tentangnya sebelum mengenal Einstein.

Einstein ternyata telah mengemukakan teori relativitasnya. Dan ternyata teori tersebut tidak terbatas oleh pergerakan kendaraan seperti yang disampaikan di bangku sekolah.

Stephen Hawking menjelaskan dalam simulasi sederhana yang mengkaitkan antara teori relativitas, gravitasi, dan lubang hitam. Penjelasan ini yang membuka “keyakinan” baruku tentang black hole.

Secara harfiah mungkin disebut “lubang” tapi ternyata ia merupakan BINTANG. Bintang yang memiliki massa yang besar. Entah seberapa besar. Jika astronom mengatakan “besar”, itu berarti lebih besar dari matahari karena matahari termasuk bintang sedang bahkan cenderung “kerdil”.

Massa yang besar tersebut dimampatkan sehingga rasio massa dibanding volume sangat besar. Untuk memudahkan ilustrasi, saya coba ambil dari film animasi. Ingat Dragon Ball? Salah satu kekuatan dari Son Goku adalah Bola Matahari. Ia memperagakan dengan mengangkat tinggi kedua tangannya lalu muncul bola energi yang membesar. Itulah bintang.

Sekarang jika Bola Matahari yang besar itu dimampatkan ke dalam ukuran yang lebih kecil. Ingat Naruto? Kurama (ekor sembilan) memiliki bola energi yang sama dengan ukuran yang lebih kecil. Begitu bola energi tersebut mengenai musuhnya. BOOM. Dengan cepat ukurannya membesar dan meledak.

Kasus serupa bisa diilustrasikan pada besi dan kapas. Mana yang lebih berat, 1 kg kapas dengan 1 kg besi? Jika kapas banyaknya kapas memenuhi gudang sedangkan besi hanya seukuran remote TV.

Semakin besar massa bintang, semakin besar pula gravitasinya. Jika dengan massa yang sama tapi dimampatkan sehingga ukurannya jauh lebih kecil maka gravitasinya akan jauh lebih besar dibandingkan yang berukuran sama. Dan itulah black hole. Entah berapa kali pemampatannya sehingga gravitasinya begitu tinggi bahkan cahaya pun tertarik kepadanya. Padahal bintang itu kan mengeluarkan cahaya?!

Satu kalimat.

Masya Allah.

Rumah, 29 Juli 2016

About darmaone

always unpredictable, and will be being like this

Check Also

“Qurban” tanda cinta

Eits..kata qurban bukan berasal dr kata “korban” loh ya.

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tidak ingin ketinggalan  Goresan Tinta

terbaru kami?

 

Cantumkan Nomor WhatsApp anda di sini

BERLANGGANAN GRATIS

Channel Telegram