Breaking News
Home / Curhat / .:: Kunci Pengabdian Semau Gue: Pencitraan ::.

.:: Kunci Pengabdian Semau Gue: Pencitraan ::.

Masa lalu “itu” tak sengaja terkorek kembali ketika diharuskan membagi secuil pengalaman, memberikan “wisdom” karena dianggap senior. Ketika terkorek kembali itu berarti aku harus menyelam ke dalam “lumpur” untuk mengambil mutiara yang pernah ku temukan. Ah, bilang saja kalau baper MasDar, pakai puitis segala :p.

Sekali lagi ku bagikan sedikit tips menjadi pengabdian semau gue. Tips “ngawur” dengan menggunakan ilmu thuk-gathuk yang penting nyambung hehe.

Pencitraan. Entah mengapa istilah tersebut berkonotasi negatif. Terlebih ketika para pimpinan negeri yang menjadi “media darling”. Mudah sekali disorot wartawan sehingga apa yang dilakukannya dianggap sebagai pencitraan. Padahal istilah tersebut pernah ku pakai dalam visi kampanyeku dulu, enam tahun silam. Sebelum konotasi negatif menempel padanya.

Satu faktor kesuksesan dalam membangun citra adalah konsistensi. Istiqomah dalam menunjukkan apa yang ingin terlihat pada dirimu. Tulisan adalah senjataku, media sosial sebagai lahan perburuanku, dan perhatianmu adalah mangsaku. Hehe.

Topik tulisanku di awal dahulu adalah mengenai wali kamar yang mendapat julukan “UzzBoy”. Ku bangun sebuah citra anak-anak kamar dengan berbagai karakternya. Dibumbui dengan kemunculan sosok kakak santri. Lantas, apa citra yang melekat pada diriku? You can tell me.

Topik kedua adalah rentetan pengalaman ustadz muda yang dipasrahi mengisi berbagai jam kosong baik di kelas putra maupun putri. Tentunya dibumbui dengan kehebohan isi kelas atau dagelan-dagelan yang khas terlontar dari pertanyaan anak.

Kuncinya satu tadi, konsisten. Ku usahakan setiap hari ada tulisan yang ku buat. Sesekali mungkin tidak berhubungan. Tapi “main story”nya tetap dua topik tersebut. Bagai membangun menara dengan menyusun balok. Dibutuhkan satu per satu balok agar tersusun menjadi menara.

Topik terakhir dari pengalamanku ketika itu adalah menempelkan CASA (Club Astronomi Santri Assalaam) dengan citraku. Rentetan tulisanku kini lebih berwarna dengan kumpulan foto-foto matahari, bulan, dan bintang.

Puncaknya ketika momen Gerhana Matahari Total. Semua media sosial yang ku punya, ku bom dengan rentetan persiapan dan berita mengenai sosialisasi CASA tentang GMT. Sampai-sampai orang lain mungkin bosan dengan postinganku yang memenuhi timelinenya. Haha.

Sekarang kembali ku tanyakan kepadamu. Maukah menjadi pengabdian semau lo?!

Stasiun Maguwo, 6 Juni 2016

About darmaone

always unpredictable, and will be being like this

Check Also

Ur Keyboard Ur Weapon

Sebagian besar dari kita pasti sudah jengah dengan “perang keyboard” yang terjadi di linimasa media …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tidak ingin ketinggalan  Goresan Tinta

terbaru kami?

 

Cantumkan Nomor WhatsApp anda di sini

BERLANGGANAN GRATIS

Channel Telegram