Breaking News
Home / iseng / Kristal Suara Hati

Kristal Suara Hati

Pada tulisan sebelumnya, saya membagikan konsep dasar bagaimana sebuah cerita menjadi menarik. Dengan menyisipkan konflik ke dalam tulisan, maka perasaan pembaca akan terombang-ambing mengikuti alur cerita. Dan inilah yang dicari pembaca, bukankah demikian? Silahkan baca tulisan saya yang berjudul Konflik.

Konflik, hanyalah konsep dasar yang harus diterapkan agar tidak monoton. Konflik bisa terjadi antar karakter, karakter dengan kondisi, atau bisa jadi karakter dengan dirinya sendiri. Oke, mari kita fokus ke bagian yang terakhir ini. Konflik karakter dengan dirinya sendiri.

Kerap kita temui dalam sinetron, wajah aktor/artis di”close-up”, memenuhi satu layar penuh. Bisa jadi di hadapannya ada pemain lain, tapi bisa jadi sendiri. Lantas apa yang kita dengar? Suara hatinya. Entah ia sedang merencanakan kejahatan terselubung, mencurigai tindakan orang lain, atau sebagainya.

Ada konflik batin dalam karakter tersebut sehingga ia terkesan berbicara dengan dirinya sendiri.

Satu poin yang saya pelajari dari membuat narasi film adalah mengkristalkan konflik batin tersebut dalam wujud karakter yang lain. Pernah melihat film-film holywood di mana kita bisa mendengar “suara hati” dari pemainnya?

Sejauh yang saya ingat, hanya di sinetron Indonesia saja di mana “suara hati” pemainnya dapat dengan mudah kita dengar. Ah, seandainya hal ajaib ini terjadi di dunia nyata. Maka lelaki tak perlu bersusah payah menebak apa isi hati perempuan.

Suara hati ini sedapat mungkin dihilangkan dan mewujudkan karakter baru yang mewakili suara hati tersebut. Lebih mudah jika ditunjukkan dalam contoh.

Seorang anak yang enggan untuk bangun tidur sedangkan ia harus bangun pagi karena sekolah. Dalam hati kecilnya pasti memaksa dirinya untuk segera bangun dan bersiap, tapi kelopak matanya yang berat membuat gravitasi di atas kasur semakin besar.

Konflik? Jelas. Untuk memperkuat konflik tersebut maka dimunculkan sosok emak yang jalan berderap menuju kamar membawa segayung air. Dan BYURRR!!!

Sosok emak yang membawa gayung ini merupakan wujud dari suara hati kecil anak yang malas ini. Coba bayangkan tanpa kehadiran emak ini, mungkin ia akan tetap tidur dan adegan anak yang tidur ini tak perlu ditampilkan.

Hehe begitulah sekelumit tips dari menggoreskan tinta.

About darmaone

always unpredictable, and will be being like this

Check Also

“Qurban” tanda cinta

Eits..kata qurban bukan berasal dr kata “korban” loh ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tidak ingin ketinggalan  Goresan Tinta

terbaru kami?

 

Cantumkan Nomor WhatsApp anda di sini

BERLANGGANAN GRATIS

Channel Telegram