Breaking News
Home / Opini / Kotak Kotak

Kotak Kotak

Jika saya masuk pada satu “kotak”, bisa sangat mungkin saya akan dibenci, dimusuhi, dan dicaci maki oleh orang-orang yang berada di “kotak” lain. Sebaliknya, bisa sangat mungkin juga saya disayang, dipeluk, dan disanjung oleh orang-orang yang berada di “kotak” tersebut.

Entah kotak tersebut kotak yang lebih besar atau paling besar. Entah itu kotak yang tampak benar atau terasa benar. Begitu memasuki ke satu kotak, maka masuk pula pada “persaingan” tersebut.

Orang akan dengan mudah me-“general”-isasi seseorang dengan orang-orang yang berada di kotak tersebut. Apa yang melekat sebagai karakter pada kotak tersebut, melekat pula padanya, padahal belum tentu demikian. Tapi masa bodoh, orang tak peduli. Yang orang-orang ketahui adalah orang itu masuk ke satu “kotak”.

Orang-orang yang berbeda kotak akan berusaha “menyadarkannya” agar berpindah ke kotak mereka. Jika tidak, maka siap-siaplah untuk “dilumatkan”.

“Kalau kamu tidak berada di kotak ini, berarti kamu musuh saya.” As simple as that

Orang yang semula kawan jadi lawan. Orang yang semula kawan jadi “keluarga”.

Dan hidup, sesederhana itu. Kotak-kotak. Posisi paling aman ialah tidak masuk kotak sama sekali. Semua kawan. Semua teman. Biarkan antar kotak saling bersaing, yang penting masih berkawan dengan setiap kotak.

Tetapi tidak masuk merupakan kotak yang “lain”.

About darmaone

always unpredictable, and will be being like this

Check Also

Ramadhan ala perantau

  Sayup-sayup suara tilawah dari speaker masjid saling bersahutan dan langit senja yang mulai menguning …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tidak ingin ketinggalan  Goresan Tinta

terbaru kami?

 

Cantumkan Nomor WhatsApp anda di sini

BERLANGGANAN GRATIS

Channel Telegram