Breaking News
Home / Kajian / Kisah Yusuf, Si Nabi Ganteng #27

Kisah Yusuf, Si Nabi Ganteng #27

Kisah nabi Yusuf ini terkenal selain karena ketampanannya, juga karena kemampuannya dalam mentakwilkan mimpi. Sebagaimana ketika dirinya ditanya oleh dua teman satu selnya di dalam penjara.

Menjadi pertanyaan dalam benak saya adalah jika Yusuf terkenal karena kepiawaiannya dalam mentakwilkan mimpi, maka tentu sudah banyak mimpi yang ia takwilkan. Bahkan mungkin sebelum ia dijebloskan ke dalam penjara.

Tetapi mengapa yang dicantumkan ke dalam alQuran adalah dua di antaranya tentang mimpi dua pemuda satu selnya? (Baca Kisah Yusuf, Si Nabi Ganteng #24)

Tentu ada maksud di belakang itu. Apakah kejadian tersebut akan berulang kembali di masa sekarang?

Mari kita lihat apa jawaban nabi Yusuf dengan mimpi tersebut, yakni QS Yusuf: 41

يَا صَاحِبَيِ السِّجْنِ أَمَّا أَحَدُكُمَا فَيَسْقِي رَبَّهُ خَمْرًا ۖ وَأَمَّا الْآخَرُ فَيُصْلَبُ فَتَأْكُلُ الطَّيْرُ مِنْ رَأْسِهِ ۚ قُضِيَ الْأَمْرُ الَّذِي فِيهِ تَسْتَفْتِيَانِ

Hai kedua penghuni penjara: “Adapun salah seorang diantara kamu berdua, akan memberi minuman tuannya dengan khamar; adapun yang seorang lagi maka ia akan disalib, lalu burung memakan sebagian dari kepalanya. Telah diputuskan perkara yang kamu berdua menanyakannya (kepadaku)”.

Apa maksud dari “memberi minuman tuannya dengan khamar”? Ini memiliki arti tekstual ataukah kontekstual?

Jika tekstual, memberikan khamar. Rasanya di jaman sekarang alkohol sudah bukan barang langka. Bahkan bisa didapatkan dengan mudah. Kalaupun tidak, bisa dioplos.

Khamar, kita tahu bahwa ini merupakan minuman yang memabukkan. Lantas apa tujuannya memberikan kepada tuannya? Apakah ada maksud jahat di baliknya? Ada keinginan untuk mencelakakan? Mengambil alih kekuasaan?

Sedangkan seorang yang lain disalib. Mengapa disalib? Atas kesalahan apakah disalib? Bukankah sudah dipenjara sebagai hukumannya?

Tidak hanya disalib. Penjelasannya kemudian ditambah sebagian kepalanya dimakan burung. Apakah ini memiliki arti tekstual? Atau kontekstual?

Jika sampai burung memakan kepalanya, itu berarti setelah disalib, ia dibiarkan mungkin sampai berhari-hari. Sehingga burungpun mengendus baunya dan memakan bangkainya.

Sebagai penutup ayat, “telah diputuskan perkara . . .” Apakah itu berarti mimpinya hanya sampai sana saja? Atau masih ada kelanjutan dari mimpi yang belum tersampaikan?

Coba kita tanya diri sendiri. Seberapa ingat kita mengingat mimpi? Kalau saya tanya, mimpi apa semalam? Masih ingatkah? Bagaimana awal mimpinya dan bagaimana akhir dari mimpi tersebut?

Dan . . . . kisah Yusuf, Si Nabi Ganteng belum berakhir sampai sini.

About darmaone

always unpredictable, and will be being like this

Check Also

“Qurban” tanda cinta

Eits..kata qurban bukan berasal dr kata “korban” loh ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tidak ingin ketinggalan  Goresan Tinta

terbaru kami?

 

Cantumkan Nomor WhatsApp anda di sini

BERLANGGANAN GRATIS

Channel Telegram