Breaking News
Home / Kajian / Kisah Yusuf, Si Nabi Ganteng #26

Kisah Yusuf, Si Nabi Ganteng #26

Saya tertarik bagaimana cara Yusuf, Si Nabi Ganteng ini berdialog (berdakwah). Mungkin parasnya yang tampan ini juga turut andil memuluskan jalan dakwahnya. Sebagaimana ketika ia berada di dalam penjara dan dipertemukan dengan dua pemuda dalam satu selnya. Lihat Kisah Yusuf, Si Nabi Ganteng #24

Mereka bertanya tentang mimpi yang sering ditemui sembari menjadi bunga tidur. Tentang anggur dan roti. Tetapi uniknya Yusuf tidak serta merta memberikan arti dari mimpi-mimpi tersebut. Lihat Kisah Yusuf, Si Nabi Ganteng #25. Ia justru mengatakan bahwa dirinya berlepas diri dari ajaran/kepercayaan nenek moyangnya.

Kemudian bukannya ia memberikan jawaban tetapi justru menanya balik kepada kedua pemuda tersebut

يَا صَاحِبَيِ السِّجْنِ أَأَرْبَابٌ مُتَفَرِّقُونَ خَيْرٌ أَمِ اللَّهُ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ

Hai kedua penghuni penjara, manakah yang baik, tuhan-tuhan yang bermacam-macam itu ataukah Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa? {QS. Yusuf: 39}

Ada kata “tuhan-tuhan yang bermacam-macam” dan “Allah yang Maha Esa”. Memperbandingkan ini mengingatkan saya pada kisah Ibrahim sang Algojo Berhala. Di saat semua kepala berhala ditebas dan meninggalkan satu berhala terbesar.

Logikanya adalah jika setiap “tuhan” memiliki kehendak dan “MEGA SUPER POWER”, bagaimana jika setiap kehendak tersebut saling berbenturan? Yah, ini memang pemikiran picik karena menyamakan antara manusia dengan entitas tuhan tersebut. Tapi, mungkinkah?

مَا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِهِ إِلَّا أَسْمَاءً سَمَّيْتُمُوهَا أَنْتُمْ وَآبَاؤُكُمْ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ بِهَا مِنْ سُلْطَانٍ ۚ إِنِ الْحُكْمُ إِلَّا لِلَّهِ ۚ أَمَرَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

Kamu tidak menyembah yang selain Allah kecuali hanya (menyembah) nama-nama yang kamu dan nenek moyangmu membuat-buatnya. Allah tidak menurunkan suatu keteranganpun tentang nama-nama itu. Keputusan itu hanyalah kepunyaan Allah. Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”.{QS. Yusuf: 40}

Tanpa menunggu jawaban, Nabi Ganteng kita ini langsung “menembak” bahwa kedua penanya ini tidaklah menyembah satu tuhan. Menegaskan bahwa mereka berada di posisi yang berbeda dengan Yusuf. Berbeda dari Yusuf berarti berbeda pula dengan Ibrahim, Yaqub, dan Ishaq.

Apa artinya? Menjadi wajar jika kemudian jawaban arti dari mimpi mereka berbeda dari apa yang dikehendakinya.

Tetapi lihat penggalan akhir dari ayat ke-40 ini.

“…..Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”

Kebanyakan MANUSIA tidak mengetahui. Manusia. Yah, manusia. Manusia itu . . . . kita kan?!

Rumah, 29 September 2016

About darmaone

always unpredictable, and will be being like this

Check Also

“Qurban” tanda cinta

Eits..kata qurban bukan berasal dr kata “korban” loh ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tidak ingin ketinggalan  Goresan Tinta

terbaru kami?

 

Cantumkan Nomor WhatsApp anda di sini

BERLANGGANAN GRATIS

Channel Telegram