Breaking News
Home / Kajian / Kisah Yusuf, Si Nabi Ganteng #25

Kisah Yusuf, Si Nabi Ganteng #25

Masih kisah Yusuf, Si Nabi Ganteng ketika ia terfitnah, digoda, hingga dijebloskan ke dalam penjara karenanya? Mungkin bisa sedikit kembali membaca seri sebelumnya di mari. <- klik di sini

Bagaimana ia ketika dijebloskan ke dalam penjara justru menjadi tempat curhat dua teman satu selnya. Satu dari keduanya mengisahkan mimpinya yang memeras anggur sedangkan yang lain memanggul roti yang dimakan burung.

Uniknya adalah Yusuf tidak serta merta menjawab, menafsirkan mimpi kedua orang tersebut. Meskipun bisa saja di AlQuran mengisahkan to the point dialog mereka bertiga. Tetapi ternyata, ada sedikit “basa-basi” yang juga diceritakan dan tertuang di dalamnya.

Yusuf berkata: “Tidak disampaikan kepada kamu berdua makanan yang akan diberikan kepadamu melainkan aku telah dapat menerangkan jenis makanan itu, sebelum makanan itu sampai kepadamu. Yang demikian itu adalah sebagian dari apa yang diajarkan kepadaku oleh Tuhanku. Sesungguhnya aku telah meninggalkan agama orang-orang yang tidak beriman kepada Allah, sedang mereka ingkar kepada hari kemudian. [QS Yusuf: 36].

Pada kalimat pertama seakan menjelaskan bahwa ia sudah mendapatkan “pengetahuan” mengenai anggur dan roti yang keduanya berada di mimpi masing-masing orang tersebut. Pengetahuan yang diberikan oleh Rabbnya.

Kemudian, seakan menjelaskan bahwa ia terlepas dari “pengetahuan” nenek moyangnya, melepas diri dari orang-orang yang tidak mengimani Rabbnya. Seakan ingin membedakan bahwa dirinya berbeda dengan ahli nujum yang mendapatkan pengetahuan selain dari Rabbnya. Dan pernyataan ini diperjelas dengan ayat berikutnya

Dan aku pengikut agama bapak-bapakku yaitu Ibrahim, Ishak dan Ya’qub. Tiadalah patut bagi kami (para Nabi) mempersekutukan sesuatu apapun dengan Allah. Yang demikian itu adalah dari karunia Allah kepada kami dan kepada manusia (seluruhnya); tetapi kebanyakan manusia tidak mensyukuri (Nya) [QS Yusuf: 37]

Siapa yang tidak hafal dengan kisah Ibrahim, Sang Pemenggal Berhala? Ibrahim, anak pembuat berhala dengan kapak besarnya ia penggal semua berhala kecil dan menyisakan berhala terbesar. Menggantungkan kapak tersebut di leher berhala terbesar, lantas berlogika ketika ia dituduh menghancurkan berhala. Logika yang sangat apik dengan mengatakan bahwa yang memenggal semua berhala kecil adalah berhala terbesar.

Dan Yusuf terang-terangan mengatakan bahwa ia merupakan pengikut Ibrahim, yang bahkan dimusuhi raja hingga akhirnya dibakar dengan api yang dingin. Belum lagi kisah Ishaq dan Ya’qub. Dengan mengatakan demikian maka ia memosisikan diri sebagai orang yang tidak mengikuti kepercayaan nenek moyang, penyembah berhala.

Melepas diri dari semua itu, sehingga apa yang akan dikatakannya kelak, untuk menjawab, menafsirkan mimpi anggur dan roti tersebut bukan pemikirannya sendiri ataupun ilmu nenek moyang. Tetapi berasal dari Rabbnya, Sang Pencipta.

Rumah, 28 Agustus 2016

About darmaone

always unpredictable, and will be being like this

Check Also

“Qurban” tanda cinta

Eits..kata qurban bukan berasal dr kata “korban” loh ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tidak ingin ketinggalan  Goresan Tinta

terbaru kami?

 

Cantumkan Nomor WhatsApp anda di sini

BERLANGGANAN GRATIS

Channel Telegram