Breaking News
Home / Kajian / Kisah Yusuf, Si Nabi Ganteng #22

Kisah Yusuf, Si Nabi Ganteng #22

“Di mana aku bisa mencari pemuda seperti Yusuf?” Ku ambil cermin, bertanya pada diri sendiri, adakah sosok Yusuf dalam bayanganku. ~ah.

Yusuf berkata, “Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka. Jika aku tidak Engkau hindarkan dari tipu daya mereka, niscaya aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentu aku termasuk orang yang bodoh {QS Yusuf: 33}.

Layak diketahui umum, godaan laki-laki ialah “3 TA”: harTA, tahTA, dan waniTA. Tapi bagaimana jika ketiganya “datang” secara bersamaan? All in One. Tanpa perlu dikejar justru ia datang sendiri.

Sosok Zulaikha ini cocok menggambarkan “paket” All in One tadi. Harta? Tak perlu ditanya. Bukankah ia istri dari bangsawan di kotanya? Tahta? Juga tak perlu ditanya. Bukankah ia juga istri dari menteri sekaligus bangsawan di kotanya. Wanita? Yooh, bagian ini mah tak perlu ditanya lagi. Namanya juga Zulaikha, bukan Zulkarnain 😅.

Nah, ketika Zulaikha ini datang kepada Yusuf dan “menembaknya”, apa respon darinya? DITOLAK. Mungkin kalau Yusuf masih hidup hingga saat ini, bisa dibully oleh para JONES (JOmblo ngeNes). Hahaha.

Bukan hanya sampai situ saja. Apa permintaan Yusuf? Ia justru lebih memilih PENJARA. Dan tak perlu dibayangkan. Bagaimana kondisi penjara masa itu. Boro-boro ranjang berkasur dengan makan rutin tiga kali sehari. Bisa jadi hanya beralaskan jerami dan minum segelas air. Ia memilih SENGSARA ketimbang SURGAWI.

Tapi benarkah demikian? Benarkah ia memilih SENGSARA dan mencampakkan SURGAWI? Tergantung dari KACAMATA yang kita pakai. Ah. Memang KACAMATA apa? kacamata kacamata kacamata kacamata. Sebentar, ingat kacamata, saya jadi teringat seseorang.

Kata “niscaya” dalam arti ayat tersebut ini menarik. Ini berarti ia tahu apa yang akan terjadi jika ia memenuhi godaan tersebut. Seakan dia tahu masa depan. Tapi kalau ditengok penggalan kata sebelumnya, “jika aku tidak Engkau hindarkan”, maka ~ah wajar saja. Ia dapat bantuan dari-Nya.

Tapi tetap saja, ia lebih memilih PENJARA. Mungkin kalau ia tak memilih PENJARA, akan lain ceritanya. Seperti apa kisahnya di PENJARA? To be continued . . . .

Rumah, 4 Agustus 2016

About darmaone

always unpredictable, and will be being like this

Check Also

“Qurban” tanda cinta

Eits..kata qurban bukan berasal dr kata “korban” loh ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tidak ingin ketinggalan  Goresan Tinta

terbaru kami?

 

Cantumkan Nomor WhatsApp anda di sini

BERLANGGANAN GRATIS

Channel Telegram