Breaking News
Home / Kajian / Kisah Yusuf Si Nabi Ganteng #20

Kisah Yusuf Si Nabi Ganteng #20

Mengundang Haters

Media sosial dan kebebasan berekspresi menjadikan seseorang mudah sekali untuk menunjukkan pemikiran maupun perasaannya. Hal ini ditunjang dengan kemajuan teknologi sehingga alih-alih berupa tulisan dan gambar, video pun menjadi sarana ekspresi tersebut.

Lahirlah fanatisme. Golongan orang yang hanya mengikuti arus berdasarkan informasi sekunder yang dimiliki tanpa enggan menggali informasi primer. Padahal siapa tahu, informasi sekunder tersebut merupakan rekayasa.

Bagaikan sekeping koin, adanya fanatisme ini tentu memiliki sisi lain, haters. Setiap pemikiran yang bertentangan dengannya lantas disebut haters. Dan ini semakin jamak terjadi di dunia yang fana ini. Hitam dan putih terlihat abu-abu.

Adanya haters ini lantas mengundang “baku hantam”. Black campaign dibalas black campaign. Meme dibalas meme. Semakin meluas, semakin banyak orang menjadi jamaahnya. Tak kunjung selesai.

Penggalan kisah Yusuf Si Nabi Ganteng ini unik. Pada ayat ke 31, diceritakan bahwa Zulaikha justru mengundang ibu-ibu yang mencercanya, yang menyebutnya sesat, haters. Kita tahu (dalam tulisan saya sebelumnya) bahwa Zulaikha ini pasti bukan perempuan sembarangan. Bukannya menghindari atau membalas perbuatan mereka, ia malah mengundangnya ke rumah.

Menghidangkan jamuan makan. Ini mempersepsikan bahwa perangai Zulaikha bukanlah buruk walaupun setelah “menggoda” Yusuf. Dan uniknya lagi di sini. Mengapa kata “pisau” ini ditonjolkan dalam ayat ini? Ada apa dengan pisau tersebut? Pasti ada alasan di balik itu. Entah.

Dan ternyata pisau tersebut mengiris jari mereka saking terkagumnya dengan kegantengan Yusuf. Masih mengherankan. Mengapa ada pisau di sini? Coba kalau tanpa pisau, diganti tersedak atau tergigit lidahnya tanpa sengaja. Rasanya akan kita akan lebih familiar dengannya. Hush. Ayat AlQuran kok diganti-ganti. Pasti ada sesuatu dengan pisau tersebut. Entah mungkin makanannya perlu menggunakan pisau saking alotnya.

Sampai sini, kita bisa membayangkan betapa gantengnya Nabi Yusuf. Sampai mereka tak sadar jarinya teriris. Sampai Zulaikha yang (mungkin) dari keluarga bangsawan, terhormat, berusaha menggoda Yusuf muda. Yang pernah diperjualbelikan sebagai budak.

Lesson learn dari ayat ini adalah buat mbak-mbak yang punya hobbi memasak. Hati-hati jangan disambi nonton drama Korea atau Uttaran yang terkenal dengan “demi dewaaa” haha. Nanti jarinya keiris. Ups, lupa. Kalau kamu tidak suka dengan drama Korea. :p

Prambanan Ekspress, 21 Juni 2016

About darmaone

always unpredictable, and will be being like this

Check Also

“Qurban” tanda cinta

Eits..kata qurban bukan berasal dr kata “korban” loh ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tidak ingin ketinggalan  Goresan Tinta

terbaru kami?

 

Cantumkan Nomor WhatsApp anda di sini

BERLANGGANAN GRATIS

Channel Telegram