Breaking News
Home / Kajian / Kisah Yusuf Si Nabi Ganteng #19

Kisah Yusuf Si Nabi Ganteng #19

.:: Meledaklah Gosip Itu ::.

“Semuanya akan dikupas secara tajam, setajam Sil*t”. Anda pasti familiar dengan tagline tersebut. Program dari salah satu stasiun televisi yang menjadikan kehidupan selebriti sebagai komoditas yang diperjualbelikan

Gosip. Entah apa serunya dengan kehidupan selebriti. Sempat beberapa waktu lalu pasangan artis yang menikah dipublikasikan khalayak ramai di stasiun televisi. Tidak sampai di situ saja. Tapi berlanjut sampai punya anak dan seterusnya dan seterusnya. Seakan-akan hidupnya tak lepas dari sorotan kamera.

Penggalan kisah Yusuf Si Nabi Ganteng ini ternyata juga demikian. Pada ayat ke tiga puluh diceritakan bahwa apa yang dilakukan oleh Zulaikha pada Yusuf digosipkan oleh ibu-ibu seisi kota. Eits sebentar. Ada rasa penasaran menggelayutiku.

Mengapa gosip ini (diceritakan) tersebar luas? Bukankah saat itu belum ada televisi atau bahkan radio? Sebegitu mengerikannya kah “the power of gossip”?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut menggiringku pada sebuah benang merah. Pasti Zulaikha ini bukan sembarang perempuan. Ia semacam artis atau publik figur yang mudah disorot masyarakat. Karena apa peduli orang dengan urusan rumah tanggamu, paling hanya seputaran komplek RT saja, tidak sampai seisi kota. Pasti Zulaikha ini bukan sembarang perempuan

Jahatnya lagi dari gosip ini adalah mereka (ibu-ibu sekota) menjatuhkan tuduhan bahwa pastilah Zulaikha ini berada dalam kesesatan yang nyata (fii dholaalin mubiin). Imbuhan “mubiin” ini menjadikan kesesatan terdengar superlatif. Sungguh-sungguh tersesat. Menyimpang. Wrong way. Sebentar, sepertinya kita perlu berhenti sejenak dan merunut ke belakang. Apa yang dilakukan Zulaikha kepada Yusuf?

Pertanyaanpun berkembang menjadi apa hubungan Zulaikha dengan Yusuf? Majikan dan pembantu? Atau yang lebih erat dari itu, seperti ibu dan anak?

Membaca AlQuran tak bisa hanya dipuaskan dengan membaca terjemahannya. Terlebih ketika imajinasi kita berkembang seiring dengan pemahaman dari arti tekstual. Maka kehadiran tafsir perlu untuk mengupas secara tajam, setajam Sil*t. Hehe

Rumah, 20 Juni 2016

About darmaone

always unpredictable, and will be being like this

Check Also

“Qurban” tanda cinta

Eits..kata qurban bukan berasal dr kata “korban” loh ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tidak ingin ketinggalan  Goresan Tinta

terbaru kami?

 

Cantumkan Nomor WhatsApp anda di sini

BERLANGGANAN GRATIS

Channel Telegram