Breaking News
Home / Kajian / Keunikan Kalender Hijriyah

Keunikan Kalender Hijriyah

Kalender merupakan sistem penentuan awal, panjang, dan pembagian waktu. Satuan dalam kalender berurutan dari yang terpanjang hingga terpendek adalah tahun, bulan, minggu, dan hari. Umumnya, kalender ditampilkan dalam bentuk tabel dalam satuan tahunan dan digunakan sebagai pengingat waktu maupun peringatan suatu perayaan.

Ada berbagai macam kalender, tapi yang akan dibahas di sini hanyalah dua: Kalender Masehi dan Kalender Hijriyah.

Kalender Masehi “dihitung” berdasarkan Matahari sedangkan Kalender Hijriyah berdasarkan Bulan. Perbedaan acuan inilah yang menyebabkan adanya perbedaan panjang dalam masing-masing kalender.

Satu tahun dalam Kalender Masehi selama 365.2425 hari (365 hari 5 jam 49 menit 12 detik). Umumnya dibulatkan menjadi 365 hari dengan tahun kabisat setiap empat tahun sekali. Satu bulan akan berada dalam rentang 30 hingga 31 hari yang silih berganti setiap bulan kecuali Februari yaitu 28 hari (menjadi 29 hari pada tahun kabisat).

Dengan adanya pembulatan ini, ada kerancuan yang sering kita maklumi yakni konversi antara tahun, bulan, minggu, dan hari.

1 tahun = 12 bulan
1 tahun = 52 minggu
1 tahun = 365 hari

1 bulan = 4 minggu
1 bulan = 30 hari

1 minggu = 7 hari

Abaikan konversi tersebut. Meskipun demikian, Kalender Masehi lebih mudah dipastikan panjangnya: kapan kita harus mengawali awal dan akhir bulan. Oleh karena itu, Kalender Masehi bisa dicetak bebas bahkan hingga berabad-berabad ke depan.

Lain halnya dengan Kalender Hijriyah. Tanggal satu setiap bulannya ditentukan berdasarkan visibilitas bulan baru. Satu bulan dalam Kalender Hijriyah berkisar antara 29 hingga 30 hari. Lebih tepatnya jika mengacu pada Bulan, yaitu 29,53 hari (29 hari 12 jam 43 menit 12 detik). Sehingga dalam setahun (dua belas bulan) sama dengan 12 x 29,53 hari = 354,36 hari. Ada selisih sekitar 11 hari dengan Kalender Masehi.

Perhatikan. Untuk Kalender Masehi dihitung dari tahun dahulu lantas dikonversi menjadi hari. Sedangkan untuk Kalender Hijriyah dihitung dari bulan lantas ke tahun. Mengapa demikian? Masih ingat masing-masing kalender mengacu ke mana kan? Cek paragraf ketiga tulisan ini :D.

Keunikan Kalender Hijriyah ini menyebabkan ia tidak konsisten jika dicetak lebih dahulu. Bisa, tapi kemungkinan akan ada koreksi dalam penentuan awal dan akhir bulan. Masih ingatkan bagaimana penentuan awal dan akhir bulan? Yap, berdasarkan visibilitas bulan baru.

Kalender Hijriyah bukan hanya digunakan untuk membagi waktu sebagaimana Kalender Masehi. Di dalamnya terdapat beberapa hari “spesial” yang digunakan umat Islam melakukan ibadahnya, sebagai contoh: Puasa Ramadhan dan ibadah Haji.

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِينَ كَافَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَافَّةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ (٣٦) إِنَّمَا النَّسِيءُ زِيَادَةٌ فِي الْكُفْرِ يُضَلُّ بِهِ الَّذِينَ كَفَرُوا يُحِلُّونَهُ عَامًا وَيُحَرِّمُونَهُ عَامًا لِيُوَاطِئُوا عِدَّةَ مَا حَرَّمَ اللَّهُ فَيُحِلُّوا مَا حَرَّمَ اللَّهُ زُيِّنَ لَهُمْ سُوءُ أَعْمَالِهِمْ وَاللَّهُ لا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ (٣٧ –

Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.(36) Sesungguhnya mengundur-undurkan bulan haram itu adalah menambah kekafiran. Disesatkan orang-orang yang kafir dengan mengundur-undurkan itu, mereka menghalalkannya pada suatu tahun dan mengharamkannya pada tahun yang lain, agar mereka dapat mempersesuaikan dengan bilangan yang Allah mengharamkannya, maka mereka menghalalkan apa yang diharamkan Allah. (Syaitan) menjadikan mereka memandang perbuatan mereka yang buruk itu. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir (37) {QS At Taubah: 36-37}

Sebenarnya sederhana dalam menentukan awal dan akhir bulan dalam Kalender Hijriyah. Cukup dengan visibilitas bulan baru tersebut. Ketika bulan baru atau hilal (crescent) tersebut “terlihat”, maka itulah pertanda bulan sudah berganti. Jika tidak, genapkan (sempurnakan) satu bulan menjadi tiga puluh hari atau lebih dikenal dengan istilah “istikmal”.

Nah, problematikanya adalah pada kata “terlihat”. Dan di sinilah uniknya Kalender Hijriyah.

About darmaone

always unpredictable, and will be being like this

Check Also

“Qurban” tanda cinta

Eits..kata qurban bukan berasal dr kata “korban” loh ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tidak ingin ketinggalan  Goresan Tinta

terbaru kami?

 

Cantumkan Nomor WhatsApp anda di sini

BERLANGGANAN GRATIS

Channel Telegram