Breaking News
Home / Opini / Kemajemukan Indonesia dengan SARA

Kemajemukan Indonesia dengan SARA

Hidup di pesantren yang majemuk itu perlu mengerti apa itu toleransi. Teman-teman yang berasal dari seluruh pelosok nusantara dan memiliki latar belakang yang berbeda seringkali memiliki watak yang berbeda.

Apalagi ketika di bangku perkuliahan. Kemajemukan tak lagi hanya karena keberagaman suku, tetapi juga agama, ras, maupun etnis.

Indonesia memiliki lima pulau besar, yaitu Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Padahal Indonesia memiliki 17.504 pulau (DKN RI, 2016). Kepulauan yang begitu banyak dengan jumlah penduduk lebih dari 250 juta, atau tepatnya 257.563.815 orang (Data Bank Dunia, 2015) tentu memiliki keberagaman yang begitu jamak.

Data dari Badan Pusat Statistik yang terbaru, ada 1.331 suku yang berada di Indonesia, 633 di antaranya merupakan kelompok suku besar. Empat puluh persennya merupakan suku terbesar yaitu suku Jawa. Serta suku terbesar kedua yakni Suku Sunda dengan prosentase sebesar 15 persen.

Dengan begitu majemuknya bangsa Indonesia ini maka tidak menepis kemungkinan isu SARA (Suku, Adat, Ras, dan Agama) ini muncul dan “mengganggu” hidup keberagaman bangsa Indonesia. Maka dari itu, pada 28 Oktober lalu diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda.

Isi dari Sumpah Pemuda tentunya hanya menyatukan keberagaman putra-putri Indonesia dengan tanah air, bangsa, dan bahasa yang satu.

Pun dalam slogan yang tertera pada kain yang digenggam lambang negara yaitu Bhinneka Tunggal Ika. Berbeda-beda tetapi tetap satu.

Sudah banyak usaha para pendahulu guna menyatukan keberagaman SARA ini. Karena mereka tahu, Indonesia dulu terdiri dari banyak kerajaan dengan wilayah kekuasaan masing-masing.

Meskipun berasal dari kerajaan yang berbeda-beda, tapi mereka tahu. Siapa yang menjadi musuh bersama. Yakni para penjajah. Hingga akhirnya bersatu untuk mengusir penjajah dari bumi NKRI. Menanggalkan isu SARA.

Ah, mungkin bukan menanggalkan, justru menerima bahwa Indonesia itu penuh SARA, beragam SARA.

Jika Indonesia memiliki memiliki keberagaman SARA ini, maka bukankah wajar jika isu SARA ini muncul dalam berbagai bidang. Digunakan sebagai dalih. Silahkan berpendapat asal jangan SARA. Silahkan berkampanye asal jangan SARA. Dan semacamnya.

Mungkin kita perlu mengetahui kembali, bahwa Indonesia terdiri dari 17.504 pulau, 257.563.815 orang, dan 1.331 suku, Begitu beragam. Tinggal seberapa jauh kita menerima keberagaman tersebut. Bahkan menjadikannya sebuah aset kekayaan.

Bukankah pelangi itu indah karena berwarna-warni?!

About darmaone

always unpredictable, and will be being like this

Check Also

Ramadhan ala perantau

  Sayup-sayup suara tilawah dari speaker masjid saling bersahutan dan langit senja yang mulai menguning …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tidak ingin ketinggalan  Goresan Tinta

terbaru kami?

 

Cantumkan Nomor WhatsApp anda di sini

BERLANGGANAN GRATIS

Channel Telegram