Breaking News
Home / iseng / .:: Keluar atau Bertahan ::.

.:: Keluar atau Bertahan ::.

Genap 2 tahun sudah saya d pesantren. 2 tahun pula saya menjadi tenaga “pengabdian”. Tak terasa waktu berlalu sangat cepat. Serasa baru minggu lalu pindahan dari “kamar singgah” d surabaya, membawa berkardus2 buku bacaan, naik kereta menuju solo. Pulang k kampung halaman.

Selama itu pula saya menutup mata. Mengindahkan lowongan2 kerja yg dibagikan temen2 engineer. Mengabaikan tawaran2 menjadi ustadz d pesantren/sekolah teman. Bahkan sempat ada tawaran masuk ke hape, menjadi dosen di perguruan tinggi swasta. Fokus d almamater sendiri. Generasi adik2 sendiri.

Sempat pula mencoba peruntungan d bisnis kecil2an. Menghidupkan kembali “juragan pulsa”, laris sih, tapi repot dgn image “debt collector” yg menyertainya. Melamar d LBB pun pernah, menjadi tentor matematika. Hingga terakhir, menjual tiket kereta dan pesawat yg alhamdulillah menambah saldo d tabungan. Karena sebisa mungkin tak menggantungkan pada honor tenaga pengabdian.

Tak jarang pula terjadi “friksi” dgn pimpinan, yg mengakibatkan “rapor merah” yg saya terima tiap bulan. Maklum, gr2 tak patuh hehe -> yg ini yg jgn ditiru

2 tahun sudah, tapi apa yg sudah kucapai buat pesantren? adakah “jejak” yg membekas selama 2 tahun ini? atau keberadaanku tak ada artinya? seperti kata ustadz2, “wujuduhu ka adamihi”. apa bekal yg kubawa dari kampus kurang? apa prestasiku selama 2 tahun ini?

perjalanan 2 x 10 jam k Bandung kemaren membawaku dalam perenungan yg lama. terlebih ketika sudah bertemu dgn teman2 semasa pesantren dlu. bertukar cerita. ada kecemburuan yg muncul, yg selama ini kuindahkan, kuabaikan, kututup mata.

masih 1 tahun lagi. akankah ku teruskan? atau kutangguhkan? akankah sekali lagi kulangkahkan kakiku keluar dari “comfort zone”? atau bertahan, menyelesaikan masa bakti 1 tahun lagi?

*tulisan ini pernah dipublish di halaman fb darmawan.rhs 7 April 2015 lalu

About darmaone

always unpredictable, and will be being like this

Check Also

“Qurban” tanda cinta

Eits..kata qurban bukan berasal dr kata “korban” loh ya.

2 comments

  1. trus piye mas sidane?? tetep ngabdi sampe 3 tahun yo?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tidak ingin ketinggalan  Goresan Tinta

terbaru kami?

 

Cantumkan Nomor WhatsApp anda di sini

BERLANGGANAN GRATIS

Channel Telegram