Breaking News
Home / Curhat / Kecelakaan

Kecelakaan

Siang ini saya dikejutkan oleh “kecelakaan” singkat yang terjadi di seberang saya ketika berkendara roda dua. Siang ini, jalan utama di sekitar pesantren ramai lancar. Beberapa pengendara tak menggunakan helm lalu lalang. Maklum, area kampus, pemandangan serupa sangat kerap dijumpai. Toh juga masih di daerah kampung.

Jika diamati seksama, kebanyakan pemuda-pemudi yang mungkin sedang mencari makan siang. Toh memang sudah masuk jam siang. Kampus swasta di samping pesantren mungkin tidak libur, karena memang hari ini bukan tanggal merah. Kalaupun libur, mana bisa dibedakan antara mahasiswa yang sedang berangkat/pulang kuliah dengan yang tidak. Mereka mengenakan kaos dilapis hem yang tak dikancing. Tren anak jaman sekarang.

Seperti biasa, saya berkendara pelan dengan helm di kepala. Tas selempang bertengger dari bahu kanan menyilang ke pinggang kiri. Ponsel di saku baju, karena jika dikantungi di saku celana rawan sobek, celananya. Saking besarnya layar ponsel masa kini yang rata-rata berukuran lima inci. Sesekali mengerem ketika menemukan polisi tidur.

Tiba-tiba dari arah seberang ada perempuan paruh baya, mungkin masih mahmud -mamah muda mengendarai sepeda motor. Beberapa kantung plastik besar bertengger di “gantolan” kendaraannya. Satu dari barangnya tersebut meluncur ke bawah, melewati kantung-kantung plastik yang bergelantungan manja. Bentuk persegi panjang tipis berwarna merah muda. Batin saya langsung mengira benda tersebut ialah kartu undangan. (Ojo baper rek hehehe).

Kemudian ia menepikan kendaraannya, membiarkannya masih menyala tanpa mencabut kuncinya. Membalik badan untuk mengambil barang yang terjatuh tersebut. Tak jauh, sekitar 10 meter dari tempat ia menepikan kendaraannya.

Siapa yang mengira, mobil di belakangnya masih melaju tanpa menghiraukan sedikitpun jika ada barang terjatuh yang berada di lintasan rodanya. Hanya hitungan detik setelah mahmud tadi membalikkan badan, terdengar suara “KRES”. Layaknya menggigit kerupuk yang masih kering keluar dari toples, renyah.

Perkiraan saya yang semula merupakan selebaran kartu langsung berubah menjadi ponsel. Aduh maaaak. Sekelebat di kepala merekayasa ulang tahap demi tahap ketika barang tersebut jatuh meluncur. Tapi kini barang tersebut sudah jelas wujudnya, ponsel. Jatuh tertelungkup dengan posisi layar ke bawah. Langsung disambar oleh mobil yang melaju tidak kencang di belakangnya.

Tangan kiri langsung merogoh ponsel di saku baju, memasukkannya ke dalam tas selempang.

About darmaone

always unpredictable, and will be being like this

Check Also

Ur Keyboard Ur Weapon

Sebagian besar dari kita pasti sudah jengah dengan “perang keyboard” yang terjadi di linimasa media …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tidak ingin ketinggalan  Goresan Tinta

terbaru kami?

 

Cantumkan Nomor WhatsApp anda di sini

BERLANGGANAN GRATIS

Channel Telegram