Breaking News
Home / Nalar / Kalau Bulan Bisa Ngomong

Kalau Bulan Bisa Ngomong

Flat-Earth. Do you still believe it?

Bumi dikatakan datar, entah mengapa nalarku menentangnya. Beberapa argumen dikemukakan untuk mendukung hipotesis lama tersebut, tak ada yang masuk akal lagi bagiku.

Coba lihat fase bulan sabit. Karakteristik cahaya yang bergerak lurus, siapa yang menyangkalnya? Setiap orang bisa membuktikannya. Ambil laser proyektor, tembakkan. Lurus bukan?! Amati cahaya matahari yang masuk melalui atap yang bocor. Bukankah ia jatuh menciptakan berkas yang lurus?!

Sumber cahaya dan obyek akan menciptakan bayangan hasil dari proyeksinya. Suka nonton bola? Amati bayangan para pemainnya. Itu juga merupakan bukti bahwa cahaya bergerak lurus. Sekarang kita kembali ke fase bulan sabit. 

Apa bentuk bayangan yang menutup permukaan bulan? Lantas, bagaimana bayangan tersebut dapat terbentuk?

Kemudian kau bertanya, kita membuktikan bentuk Bumi bulat atau datar. Tapi mengapa kita melihat ke bulan? Seharusnya kita lihat Bumi saja.

Ah, benar kau, Sobat. Eh, apa itu yang menempel di wajahmu?

“Mana?” Kau bertanya sambil meraba-raba wajahmu. Mencari sesuatu yang menempel di wajah.

“Itu lhoooo,”

“Mana? Mana?” Kau gelisah tak kunjung menemukannya. Risau jika sesuatu yang menempel itu akan melunturkan keindahan wajahmu.

“Ini, coba pakai cermin.”

“Ah bohong. Tak ada yang menempel di wajahku.”

Nah, tahu kan? Bagaimana kau bisa mengetahui wajahmu jika tak menggunakan cermin? Itu karena MATAMU menempel di wajahmu.

Begitu pula kau melihat bentuk Bumi. Bagaimana kau tahu bentuk Bumi kalau kau berada di Bumi? Kau butuh “cermin” untuk melihatnya. Dan bulan itulah cerminmu. Masih ingat lirik lagu ini?

Kalau bulan bisa ngomong (oh yeah?)

Sayang bulan tak bisa ngomong

Coba kalau bisa ngomong

Dia pasti tak akan bohong

tentang cinta, cinta kita

Rumah, 7 Juli 2016

Tulisan ini merupakan kelanjutan dari Bumi Sebagai Hamparan

About darmaone

always unpredictable, and will be being like this

Check Also

“Qurban” tanda cinta

Eits..kata qurban bukan berasal dr kata “korban” loh ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tidak ingin ketinggalan  Goresan Tinta

terbaru kami?

 

Cantumkan Nomor WhatsApp anda di sini

BERLANGGANAN GRATIS

Channel Telegram