Breaking News
Home / Curhat / Iri dan Obat Penyakit Hati

Iri dan Obat Penyakit Hati

Seberapa sering dirimu merasa iri dengan apa yang sudah diraih/dimiliki orang lain?

Seberapa dalam dirimu ingin meraih/memiliki apa yang diraih/dimiliki orang tersebut?

Sudah seberapa keraskah usahamu dalam mencoba meraih/memilikinya?

Baru-baru ini saya sempat dibuat iri dengan teman saya. Sederhana sih. Hanya iri dengan “popularitas”. Kalau dipikir-pikir, buat apa iri. Tapi entah mengapa “penyakit” ini bercokol begitu saja di dalam hati. Pantas saja dinamakan penyakit hati

Tapi perasaan iriku ini membuatku terpecut untuk menggali apa sih “rahasia” di balik “popularitas”nya. Sembunyi-sembunyi ku amati gerak-geriknya. Tentu ia tak akan menyadarinya. Menyadari bahwa ada yang mengamatinya. Toh mana mungkin ia sadar jika ia sudah berselimut dengan popularitas.

Sedikit demi sedikit ku curi rahasianya. Ah, bukan mencuri. Hanya menduplikasi. Mereplikasi. Entah benar entah keliru. Tapi satu per satu ku praktekkan. Puft. Usahaku berbuah. Masih sedikit sih. Tapi dalam waktu singkat ternyata “ilmu curian”ku membuahkan hasil. Tinggal waktu dan konsistensi yang perlu diasah. Untuk bagian ini, tentu tak bisa sim salabim abra kadabra.

Tapi lucu. Sungguh lucu. Ketika aku iri dengan dirinya. Eh justru ia juga iri dengan diriku. Sampai titik ini saya menyadari. Benar-benar sadar. Buat apa aku iri?! Hanya memakan hati.

Dan secara ajaib, saya teringat dengan petuah yang sering terngiang-ngiang di telinga. Obat dari “iri”. Penyakit hati. Obatnya ialah “bersyukur”. Sederhana. Mudah sekali diucapkan. Tapi prakteknya, seringkali terlupa.

Padahal janji-Nya sudah merupakan kepastian. Barangsiapa yang bersyukur, maka nikmat-Nya akan ditambah. Mustahil Dia mengingkari janji-Nya. Bukankah janji merupakan hutang? Pantaskah jika saya menagih “hutang” dari-Nya? 😁

Perasaan iri jika disalurkan dalam aktivitas yang produktif, maka ia dapat menjadi lecutan untuk selalu mengembangkan diri.

Rumah, 17 September 2016

About darmaone

always unpredictable, and will be being like this

Check Also

Ur Keyboard Ur Weapon

Sebagian besar dari kita pasti sudah jengah dengan “perang keyboard” yang terjadi di linimasa media …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tidak ingin ketinggalan  Goresan Tinta

terbaru kami?

 

Cantumkan Nomor WhatsApp anda di sini

BERLANGGANAN GRATIS

Channel Telegram