Breaking News
Home / Opini / Ini BERITA atau GOSIP

Ini BERITA atau GOSIP

Ini BERITA atau GOSIP

Saya teringat pelajaran Bahasa Indonesia Ustadzah Nurcholida semasa santri. Alur cerita itu menjadi menarik karena di dalamnya ada KLIMAKS dan ditutup dengan ANTI-KLIMAKS. Bukan cerita monoton yang datar, itu namanya BERITA.

Maka, setiap masuk tahun ajaran baru, buku Bahasa Indonesia saya buka terlebih dahulu. Mencari cerita-cerita di dalamnya. Entah itu dongeng semacam kancil yang cerdik, ande-ande lumut, maupun cerpen garapan penulis buku tersebut. Khatam bukunya, ya sudah. Disimpan dan jarang dibuka lagi :p.

Membaca koran? Apa menariknya? Kalaupun ada yang menarik dari koran, itu mungkin rubrik-rubrik semacam cerpen, teknologi atau TTS. Itupun hanya ada mingguan, koran akhir pekan. Itu dahulu. Sewaktu masih menjadi santri, tapi sekarang?

Koran, pembawa berita, terkadang menjadi menarik. Bahasa yang digunakan tak melulu terpaku dengan gaya bahasa monoton. Konten 5W1H tetap terkandung, tapi dengan penyampaian yang lebih santai. Terkadang diawali dengan kisah pencarian narasumber.

Pemberian judul pun juga menarik. Pemilihan kata yang kadang MENCUBIT mata, mau tak mau membuat saya ingin membaca isinya. Walaupun tak jarang, beritanya sebenarnya biasa-biasa saja.

Pak Agus Mustofa, penulis buku-buku Tasawuf Modern, pernah saya wawancarai eksklusif mengenai pemilihan judul buku-bukunya yang KONTROVERSIAL. “Pak, kenapa sih memilih judul yang KONTROVERSIAL (sambil ku isyaratkan tanda petik)?” Beliau sampaikan ada teknik jurnalistik dalam pemilihan judul guna menarik pembaca. Beliau menyayangkan jika konten tidak senada dengan judulnya.

Teknik tersebut pernah saya coba dalam blog jadul saya dengan judul ILMU MERINGANKAN TUBUH

renunganmengetukhati.blogspot.co.id/2009/07/ilmu-meringankan-tubuh.html

Apa yang terjadi? Hehehe. Banyak cercaan yang masuk di kolom komentar.

Kembali ke berita. Sangat disayangkan ketika penyampaian berita yang menarik justru meniadakan OBYEKTIVITAS. Berita seakan-akan menjadi SENJATA untuk menggerakkan masyarakat, membangun opini, MENGHIPNOTIS. 

Ah sudahlah. Sekarang sudah tahu kan bagaimana POWERFULL nya pena dan kertas a.k.a SegoresTinta? Hihihi. Saat ini saya berusaha menguasai SENJATA tersebut. Bagaimana MERAKIT dan MENEMBAKKAN nya. Lantas MENEROR dengan SENJATA tersebut hehehe.

Rumah, 25 Juli 2016

About darmaone

always unpredictable, and will be being like this

Check Also

Ramadhan ala perantau

  Sayup-sayup suara tilawah dari speaker masjid saling bersahutan dan langit senja yang mulai menguning …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tidak ingin ketinggalan  Goresan Tinta

terbaru kami?

 

Cantumkan Nomor WhatsApp anda di sini

BERLANGGANAN GRATIS

Channel Telegram