Breaking News
Home / Curhat / Ingin Memejamkan Mata

Ingin Memejamkan Mata

Rasanya masih ingin memejamkan mata sebentar lagi. Barang sesaat, semenit – dua menit. Menikmati hawa pagi yang masih dingin sambil berguling-guling di atas kasur empuk

Tapi ternyata tubuhku sudah terduduk di sini. Di dalam gerbong yang melaju 80 km/jam. Membelah hijaunya pematang sawah. Melihat birunya gunung Merapi dan Merbabu. Menjulang tinggi. Bergumul awan di puncaknya

Mulutku sudah menguap berkali-kali dan kelopak mataku mulai lengket, berat. Rasanya memejamkan mata sebentar saja cukup. Barang semenit dua menit. Tapi bagaimana jika aku ketiduran lantas kereta masih melaju kencang dan melewatkan stasiun tujuanku?

Kuambil pena dan kerta. Menuliskan ini

“Mas, ini anak saya kan duduk di nomor 3. Tapi saya di 20. Saya kasihan kalau harus terpisah. Bisa ndak mas kalau tekeran?”

Prambanan Ekspress, 2 September 2016

About darmaone

always unpredictable, and will be being like this

Check Also

Ur Keyboard Ur Weapon

Sebagian besar dari kita pasti sudah jengah dengan “perang keyboard” yang terjadi di linimasa media …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tidak ingin ketinggalan  Goresan Tinta

terbaru kami?

 

Cantumkan Nomor WhatsApp anda di sini

BERLANGGANAN GRATIS

Channel Telegram