Breaking News
Home / Puisi / Hidup itu Sandiwara

Hidup itu Sandiwara

Hidup itu bak sandiwara
Naiklah ke panggung dan ambil peran
Atau . . .
Duduk dan diam menonton
Dengan sekantung popcorn dan segelas soda di tangan

Naik ke panggung dan berperan tak terlalu sulit
Naskah sudah ada
Protagonis atau antagonis pun pilihan
Alur dan setting juga sudah diatur
Tinggal mengikuti Sutradara berkehendak
Sisanya improvisasi

Berperan dengan baik
Tawaran film demi film pun bermunculan
Syukur-syukur mendapat juara dalam nominasi

Tapi
Mengambil peran juga bisa mengundang kritik
Wajar
Ada yang mencemooh
Mengatakan harusnya begini
Harusnya begitu
Seakan kritikus tahu segalanya

Tak salah
Kritikpun ada yang membangun
Karena tak jarang, ada yang dinamakan titik buta (blindspot)
Itulah mengapa dikatakan titik buta
Tak terlihat

Tinggal permasalahannya adalah cara menghadapi permasalahan tersebut
Konsekuensi memang
Dengan mengambil peran
Naik ke atas panggung
Dengan jutaan pasang mata melihat

Jika tak kuat dengan cemoohan
Tak kuat dengan kritikan
Jangan berharap untuk mendapatkan pujian
Karena kritik dan pujian saling bersahutan

Jika tak ingin mendapat kritik
Duduk saja menonton
Dengan sekantung popcorn dan segelas soda di tangan
Kau dapat berteriak, “WOOOY TURUN WOOOY!”

Tapi ingat
Meskipun menjadi penonton
Mulutmu
Harimaumu

About darmaone

always unpredictable, and will be being like this

Check Also

Lisan

Lisan ku tertutup rapat Diam membisu dalam doa Dalam ketenangan cintaku pada kuasa Kutitipkan hati …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tidak ingin ketinggalan  Goresan Tinta

terbaru kami?

 

Cantumkan Nomor WhatsApp anda di sini

BERLANGGANAN GRATIS

Channel Telegram