Breaking News
Home / iseng / Hate Speech

Hate Speech

Ketika aku memenuhi isi kepalaku dengan “hate speech” sama halnya dengan memasukkan sampah ke dalamnya.

Ketika penaku bergerak hanya untuk menulis “hate speech” sama halnya dengan menulis sampah.

Ketika waktuku diisi hanya untuk mengomentari “hate speech” sama halnya dengan membuang waktuku yang “priceless”

“hate speech” entah itu fakta atau hanya dibuat-buat, selama tidak ada pembelajaran yang bisa dipetik darinya dalam waktu dekat, buat apa menghabiskan energi di sana. Apalagi jika dalam waktu panjang pun masih belum bisa mengambil pelajaran darinya. Buang-buang waktu, Boy.

Ketika kepalaku hanya berisikan “hate speech”, hujan tetap turun deras tak terserap bumi. Membanjiri pematang sawah dan menggagalkan panen raya. Menghanyutkan pemukiman warga. Melongsorkan perbukitan. Dan aku, masih sibuk dengan “hate speech”.

Ketika penaku bergerak menuliskan “hate speech”, Bob Dylan menerima penghargaan Nobel di bidang literatur. Dalton Trumbo masuk “daftar hitam” karena tulisannya, tetapi juga naskahnya mendapat dua kali Academy Award. Dan aku, tulisan “hate speech”ku hanya viral di media sosial.

Ketika waktuku terbuang mengomentari “hate speech”, Mario Teguh melenggang di panggung. Mengomentari kehidupan orang-orang yang meminta solusi atas permasalahan “asmara”. Sedangkan ia, dibayar setiap jamnya di panggung. Dan aku, komentar atas “hate speech” hanya menyulut sumbu dari bom waktu yang akan meledak suatu waktu.

Sudah tahu demikian, untuk apa memikirkan “hate speech”?!

About darmaone

always unpredictable, and will be being like this

Check Also

“Qurban” tanda cinta

Eits..kata qurban bukan berasal dr kata “korban” loh ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tidak ingin ketinggalan  Goresan Tinta

terbaru kami?

 

Cantumkan Nomor WhatsApp anda di sini

BERLANGGANAN GRATIS

Channel Telegram