Breaking News
Home / iseng / .:: Guru Matematika yang Terlupakan ::.

.:: Guru Matematika yang Terlupakan ::.

Sepandai2nya ustadz matematika, masih kalah dgn ustadz yg membangunkan tiap pagi

Ketika kembali k pesantren, bukanlah ustadz matematika sepandai apapun ia yg dicari
Tetapi, “eh gimana kabar ust Basith?” -> ustadz yg tiap dini hari membangunkan semasa saya nyantri

Klo boleh saya ceritakan satu2 ustadz matematika saya dlu

Ad Usth Miftahul Jannah, ustdzah muda belum nikah (ketika itu), cocok menjadi mbak, dgn jiwa keibuan, sabar sekali mengajar ank2

Ust Pangarso, kecil, sisiran rapi, jenius, pernah suatu pagi
“Darmawan, ayo ikut saya”
“Kmna ustadz?”

“Ikutan olimpiade matematika”
“HAAAAH?!?!” Bujubuneng, tanpa ad pemberitahuan, main tarik aja haha

Lalu ad Ust Arif Rifa’i, another genius math teacher, nyentrik dgn melempar spidolnya random, dn siapa yg menangkapnya, diminta maju mengerjakan soal ke depan. So, posisi yg paling aman justru paling depan haha

Ustdz yg bisa menggambar lingkaran besar, bulat sempurna tanpa menggunakan jangka sama sekali, emejing banget

Beranjak SMA, ad Usth Erma, fresh grad. Sering d godain, apalagi d kelas sebelah

Dn terakhir, Ust Tunjung. Hooo emejing banget ni ust, benar2 bisa membaur dgn santri. Dependable banget jd math teacher

Sekali lagi, bukanlah ustadz2 matematika atau pelajaran apapun itu, yg dikenang santri, bukan

Apalagi saya, yg hanya mengajar trik2 UNAS atau suka bercerita, bukan

Tapi ustadz yg tiap pagi membangunkanlah yg justru dikenang, dan pertama kali yg dicari kabarnya

Entah kenapa. . .
Mungkin klo dinalar, bagaikan telur ayam yg baru menetas, si anak ayam akn menganggap siapapun yg pertama dilihatnya sbg induknya, siapapun yg berdiri ketika pertama kali membuka matanya sbg panutannya

Mungkin. . .

Atau mungkin ustdz2 matematika td baru bisa “menyentuh” pikiran santrinya, mencerdaskan otak mereka

Tapi ustadz Basith bisa “menyentuh” hingga lubuk hati mereka, dgn keistiqomahannya, “Quum Quum, assholaatu khoirum minannauum”

Bahkan tiap shubuh memberi “tadzkiroh” 7 menit

Hanya dgn 7 menit tiap pagi, mengalahkan 5 jam per minggu (jumlah jam mapel Matematika)

1 kesimpulan yg bisa dipelajari, klo ingin menjadi ustadz “idola”, “sentuh”lah hatinya

*sambil dengerin lagu korea, “touch my heart” :p

______________________________________

tulisan ini pernah dipublish di halaman facebook darmawan.rhs 19 Maret 2015 lalu

About darmaone

always unpredictable, and will be being like this

Check Also

“Qurban” tanda cinta

Eits..kata qurban bukan berasal dr kata “korban” loh ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tidak ingin ketinggalan  Goresan Tinta

terbaru kami?

 

Cantumkan Nomor WhatsApp anda di sini

BERLANGGANAN GRATIS

Channel Telegram