Breaking News
Home / Curhat / Ghostwriting, Jalur Kelima di Persimpanganku

Ghostwriting, Jalur Kelima di Persimpanganku

Saya sempat menulis cara yang saya gunakan untuk memutar otak membuat tulisan. Seringkali kehabisan ide untuk menulis bukan karena kealpaan ide tetapi lebih karena lupa dicatat ketika ada ide yang terbersit. Setiap lupa mencatat satu ide, ide lain datang menumpuk ide sebelumnya. Padahal dari satu ide bisa dikembangkan menjadi satu kalimat, baris, paragraf, bahkan tulisan utuh.

Ada empat jalur berbeda yang saya gunakan. Di mana masing-masing dari keempat itu, saya memerankan menjadi empat karakter berbeda. Lebih lengkapnya, anda bisa baca tulisan saya yang berjudul Tersesat di Persimpangan

Dari empat tersebut, satu lagi ide yang sempat saya pikirkan. Menjadi jalur yang berbeda. Jalur kelima. Karakter kelima. Tapi setiap saya coba renungkan, mungkinkah? Menghilangkan identitas diri dan menggunakan identitas orang lain, seutuhnya. Sehingga seakan-akan orang yang membaca tak mengira bahwa itu tulisannya.

Ghostwriting, sebuah istilah di mana penulis membuat tulisan untuk orang lain. Sepertinya wajar dan biasa tapi yang membedakan adalah kreditnya ditimpakan kepada orang lain tersebut yang notabene merekrut si penulis. Penulis tidak boleh sama sekali muncul dalam tulisan tersebut karena tulisannya sudah “dibeli”.

Ada satu buku yang sangat saya ingat menggunakan metode ini. Sempat saya endorse juga buku tersebut karena memang apik (di awal). Tetapi begitu tahu bahwa buku tersebut ternyata hasil dari ghostwriting, ah pantas saja. Ghoswriternya saja memang penulis terkenal. Euforia saya menjadi luntur untuk mengkhatamkannya.

Tetapi, tak ada salahnya saya coba menggunakan metode ini. “Menyamar” menjadi orang lain walaupun itu berarti menghilangkan identitas saya di dalamnya. Sekarang yang menjadi tantangannya adalah seberapa “samar” saya bisa membaur dengan tulisan tersebut?

Rumah, 7 Agustus 2016

About darmaone

always unpredictable, and will be being like this

Check Also

Ur Keyboard Ur Weapon

Sebagian besar dari kita pasti sudah jengah dengan “perang keyboard” yang terjadi di linimasa media …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tidak ingin ketinggalan  Goresan Tinta

terbaru kami?

 

Cantumkan Nomor WhatsApp anda di sini

BERLANGGANAN GRATIS

Channel Telegram