Breaking News
Home / Curhat / Gaya Hidup

Gaya Hidup

Yang mahal itu gaya hidup

Dan sosial. Garis bawah tebal-tebal. Jadi, jika suatu hari sosialmu naik seiring dengan gaya hidupmu, bersyukurlah. Itu berarti mahal.

Ketika sadar bahwa itu mahal, juga perlu bersyukur. Itu berarti masih ingat kehidupan “sebelumnya”. Perlu “tepo sliro” kata orang Jawa.

Karena hidup itu seperti roda yang bergulir. Suatu saat ada di bawah. Poin di mana hati akan sering “nggresulo”. Bahkan pada titik terburuknya yaitu menyalahkan Tuhan yang tak kunjung mengubah nasib. Na’udzu billah.

Tapi suatu saat akan menanjak naik. Titik transisi yang rawan. Rawan lupa karena mulai bergelimang dengan kenikmatan. Entah itu harta, tahta, dan kesehatan.

Semakin tinggi, semakin rawan. Karena ketika jatuh akan semakin sakit.

Obatnya hanya satu (selain “tepo sliro”) yaitu banyak-banyak bersyukur. Udah itu saja.

About darmaone

always unpredictable, and will be being like this

Check Also

Ur Keyboard Ur Weapon

Sebagian besar dari kita pasti sudah jengah dengan “perang keyboard” yang terjadi di linimasa media …

2 comments

  1. sandy adisutiyono

    Klo gaya hidup itu mahal…berarti ga usah bergaya aja dalam.hidup biar ngirit…tull ga mas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tidak ingin ketinggalan  Goresan Tinta

terbaru kami?

 

Cantumkan Nomor WhatsApp anda di sini

BERLANGGANAN GRATIS

Channel Telegram