Breaking News
Home / Curhat / Gara-Gara Masuk Pesantren

Gara-Gara Masuk Pesantren

“ayo menabung” sebuah kampanye yg digaungkan agar orang2 menaruh uangnya ke dalam bank. Tentunya semakin banyak uang yg masuk, semakin bagus performa bank tersebut karena makin banyak uang bisa dikelola utk investasi2 profit lain
.
Terlepas dari itu, kampanye tersebut dikemas utk “mendoktrin” anak utk hidup hemat. Aplikasi lsg dari ungkapan, “hemat pangkal kaya”. Diterapkan sedini mungkin, termasuk di SD ku dulu
.
Setiap anak difasilitasi buku saku kecil pengganti buku tabungan. Setiap minggunya diharapkan dapat menabung di koperasi, sekecil apapun itu. Entah 100 atau 1000. Yang pada jaman itu sudah bisa beli macam2 yg mengenyangkan :p
.
Tapi di tingkat akhir. Tabungan menjadi wajib. Klo ndak salah 5000 per bulan yg di akhir nanti digunakan untuk tamasya. Yeeey
.
Enam tahun bersama. Dari pagi hingga siang. Bahkan ku biasa pulang paling akhir, bermain dgn teman2 yg menunggu jemputan. Kejar2an koin yg digelundungkan di lorong sekolah. (mainan jaman dlu cuman koin Rp 25, itupun ndak habis setelah dimainkan :p)
.
Saking akrabnya, maka tamasya merupakan hari yg ditunggu2 sebelum perpisahan. Sayang, hari tamasya bertepatan dgn ujian masuk pesantren di luar kota. Walhasil, gagal ikut tamasya ke Selecta. “yaaaaah, kok ndak ikutan waan?”
.
Yah, gara2 masuk pesantren. Ku tidak bisa menikmati momen terakhir bersama teman2 SD. Yang jadi pertanyaan, “apakah ku menyesal masuk pesantren?” 😀
.
~DarmaOne

Ditulis tanpa penyuntingan dari linimasa facebook 27 November 2015

About darmaone

always unpredictable, and will be being like this

Check Also

Ur Keyboard Ur Weapon

Sebagian besar dari kita pasti sudah jengah dengan “perang keyboard” yang terjadi di linimasa media …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tidak ingin ketinggalan  Goresan Tinta

terbaru kami?

 

Cantumkan Nomor WhatsApp anda di sini

BERLANGGANAN GRATIS

Channel Telegram