Breaking News
Home / Opini / Dimas Kanjeng dan Bumi Datar

Dimas Kanjeng dan Bumi Datar

Ada pesan masuk melalui akun media sosial di Instagram. Dilihat dari profil dan lini masa kemungkinan anak SMA.

“Kak, kenapa sih masih ada anggapan kalau Bumi itu datar?”

Bagi saya (dan kebanyakan teman-teman di astronomi), hal-hal yang berbau flat earth itu “menggemaskan” (jika tidak ingin dikatakan menjengkelkan). Mengapa? Hanya karena (kebanyakan) dari kaum FE (flat earth) keras kepala bin ngeyelan. Seakan mind-nya sudah tertutup dan tidak ingin dibuka kembali. Lantas menjadikannya fanatik.

Singkat saja saya jawab, “Ndak tahu. Tanya saja mereka.”

“Duh kak, please jangan galak-galak ya?”

Hahaha. “Eh, memangnya nada saya galak ya?”

“Ndak sih kak :p”

Pertanyaan serupa bisa juga diterapkan pada pengikut Dimas Kanjeng. Mengapa masih ada orang yang percaya dengan Dimas Kanjeng pada khususnya dan penggandaan uang pada umumnya?

Jawaban serupa akan saya lontarkan. Ndak tahu. Tanya saja mereka.

Tapi jika tetap ingin tahu jawabannya, maka jawaban saya kembali ialah “karena menonton video”.

Bukankah viralnya juga karena video yang beredar di Youtube? Tak cukup di situ, ada orang yang turut menyebarkan di grup-grup diskusi mengingat betapa mudahnya arus informasi mengalir.

Jika ditarik semakin jauh ke belakang asal muasalnya adalah betapa jahatnya mata. Ah, mata tak salah apa-apa karena ia hanya alat. Indera yang difasilitasi kepada makhluk untuk melihat. Menikmati aneka warna. Lantas apa yang salah?

Greedy (ketamakan)? Bisa jadi. Itu jika menyangkut dengan penggandaan uang. Tapi bagaimana dengan Bumi datar?

Rebellion (pemberontakan)? Keinginan untuk menentang mainstream? Bisa jadi.

Ah, masa bodo dengan siapa yang salah. Bukankah kita bisa belajar bahwa video dapat “menipu”, lantas mengapa tidak kita manfaatkan?

Baca juga tulisan mengenai Dimas Kanjeng dengan judul Investasi Bodong.

About darmaone

always unpredictable, and will be being like this

Check Also

Ramadhan ala perantau

  Sayup-sayup suara tilawah dari speaker masjid saling bersahutan dan langit senja yang mulai menguning …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tidak ingin ketinggalan  Goresan Tinta

terbaru kami?

 

Cantumkan Nomor WhatsApp anda di sini

BERLANGGANAN GRATIS

Channel Telegram